kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

Ada sumber permodalan dari Bekraf


Kamis, 03 Agustus 2017 / 20:23 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyiapkan Dana ekonomi kreatif (Dekraf) bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satu bentuk Dekraf adalah Bantuan Intensif Pemerintah (BIP) yang bersumber dari anggaran pemerintah yang dikelola Bekraf.

"Tahun ini BIP hanya diperuntukan untuk dua subsektoral ekonomi kreatif yakni aplikasi digital dan gim sebagai salah satu program prioritas Bekraf. Kedua subsektor kuliner sebagai program unggulan Bekraf," terang Fadjar kepada KONTAN pada Kamis (03/08).

Nantinya para penerima BIP akan mendapatkan intensif paling banyak Rp 200 juta sebelum pajak. Bekraf sendiri menyediakan anggaran Rp 6 miliar untuk BIP pada tahun 2017. Dana tersebut  paling cepat bakal disalurkan pada  September 2017. Agar terdapat pengawasan yang optimal, dana BIP akan dicairkan secara bertahap. "Pencairannya berdasarkan progress report," kata Fadjar.

Agar pelaku ekonomi kreatif dapat mengantongi BIP, harus terdaftar sebagai badan usaha. Selanjutnya potensi usaha beserta keuangan usaha. "Layaknya lembaga keuangan mendapatkan proposal pendanaan. Mereka berharap uangnya kembali atau tempat ia menanamkan modal terus tumbuh. Bekraf juga seperti itu," ungkap Fadjar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×