kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Aido Health menawarkan layanan kesehatan di rumah saja


Sabtu, 06 Februari 2021 / 12:40 WIB
Aido Health menawarkan layanan kesehatan di rumah saja

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi layanan kesehatan kini menjadi salah satu kebutuhan banyak orang. Apalagi, di tengah pandemi virus korona yang membuat orang tidak bisa leluasa dalam beraktivitas. 

Kondisi inilah yang Aido Health, startup layanan kesehatan digital, manfaatkan. Laiknya layanan digital kesehatan lainnya, Aido Health memberi layanan kesehatan yang beragam. Mulai dari konsultasi kesehatan secara digital dengan video call, hingga layanan medis ke tempat tinggal si pasien.

Maklum, layanan startup yang beroperasi sejak 2019 ini juga untuk memenuhi kebutuhan para pasien yang agak sulit untuk datang ke rumahsakit, seperti lansia. Tambah lagi, ada pandemi. "Kami melihat, masyarakat Indonesia masih kesulitan mendapatkan akses ke rumahsakit," kata Jyoti Nagrani, Vice President Operations and Partnership Aido Health kepada KONTAN, Kamis (4/2).

Untuk bisa menyediakan layanan kesehatan tersebut, Aido Health bermitra dengan rumahsakit atau klinik. Total, sudah ada 50 layanan kesehatan yang bermitra dengan startup tersebut yang tersebar di beberapa daerah. Contoh, Siloam Hospital Group, Bethsaida Hospital, Diagnos Clinical Laboratory, serta NK Health. 

Baca Juga: Sederet modal ventura ini bakal makin rajin mendanai start up

Dengan menawarkan layanan itu, Aido Health berhasil menjaring 50.000 pengguna. Layanan yang kerap pengguna butuhkan adalah perawatan luka, perawatan fisioterapi, dan  perawatan paliatif.

Ada juga layanan perawatan kesehatan di rumah atau homecare. Tapi, khusus layanan ini, Aido Health baru menyediakan di wilayah Jabodetabek saja.

Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan layanan tes pendeteksi virus korona yang bisa datang ke tempat tinggal pengguna. Menurut Jyoti, selama pandemi berlangsung, ia mengklaim, Aido Health mengalami peningkatan permintaan. Tapi, ia tidak memerinci angkanya. 

Meski begitu, Jyoti mengungkapkan, ada kendala dalam mengembangkan aplikasi Aido Health. Terutama, untuk bisa mengubah pola interaksi pasien dan dokter yang terbiasa berkomunikasi tatap muka langsung, tidak daring. 

Karena itu, Aido Health selalu menyebut aplikasinya adalah kepanjangan tangan dari layanan kesehatan. Tujuannya, tentu untuk membantu akses layanan kesehatan pengguna.

Makanya, Aido Health bakal terus memperluas layanan kesehatan digital mereka ke sejumlah daerah lain di Indonesia. Dengan begitu, target 500.000 pengguna bisa tercapai di akhir tahun ini. 

Salah satu strateginya adalah memperbanyak kerjasama dengan rumahsakit dan klinik di beberapa kota di Indonesia.

Apalagi, di masa pandemi Covid-19, semakin banyak orang yang takut untuk datang ke rumahsakit. Ini menjadi kesempatan bagi aplikasi layanan kesehatan seperti Aido Health.

Selanjutnya: Modal ventura milik TLKM, MDI Ventures siapkan US$ 500 juta untuk danai startup

 


Tag


TERBARU

[X]
×