kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45894,20   -1,69   -0.19%
  • EMAS945.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.21%
  • RD.CAMPURAN 0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.11%

Akselerasi digital UMKM di Indonesia, BukuKas raih suntikan dana Rp 709 miliar


Selasa, 18 Mei 2021 / 11:23 WIB
Akselerasi digital UMKM di Indonesia, BukuKas raih suntikan dana Rp 709 miliar
ILUSTRASI. Co-Founder & COO BukuKas, Lorenzo Peracchione (kiri) dan Co-Founder & CEO BukuKas Krishnan Menon.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BukuKas, startup solusi digital untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Indonesia, mengumumkan pendanaan Seri B sebesar US$ 50 juta (setara Rp 709 miliar) hanya empat bulan setelah putaran pendanaan Seri A sebesar US$ 10 juta (setara Rp 141 miliar) yang dipimpin oleh Sequoia Capital India.

Putaran pendanaan kali ini juga diikuti oleh sejumlah angel investor ternama seperti Gokul Rajaram, dan Taavet Hinrikus, salah satu pendiri TransferWise.

Suntikan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat tim engineering dan produk BukuKas di kedua kantornya yaitu Jakarta dan Bangalore. BukuKas juga akan memperluas jangkauan layanan yang ditawarkan kepada para pebisnis agar sejalan dengan visi perusahaan untuk menyediakan software yang menyeluruh (end-to-end) bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia.

Baca Juga: Gojek-Tokopedia resmi merger menjadi GoTo, simak komentar 3 pengamat ini

“Kami berterima kasih atas kepercayaan dari para investor, kepada tim dan visi kami untuk mendigitalkan UMKM Indonesia. Kami senang menyambut mereka untuk mengikuti fase selanjutnya dari perjalanan kami. Putaran investasi baru ini akan mendorong pertumbuhan kami seiring upaya yang tengah dijalankan dalam rangka membangun solusi keuangan lengkap untuk usaha kecil yang kami yakini sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia,” kata CEO dan Co-Founder BukuKas, Krishnan Menon dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Selasa (18/5).

BukuKas yang diluncurkan pada Desember 2019 dan diinkubasi oleh Whiteboard Capital, sebelumnya telah menempatkan posisi kepemimpinan yang kuat di pasar aplikasi pencatatan keuangan digital, baik dalam hal skala dan tingkat penggunaan dalam kurung waktu 17 bulan sejak diluncurkan.

Startup ini telah berevolusi untuk memenuhi kebutuhan UMKM yang terus berubah, berkembang dari aplikasi catatan keuangan digital sederhana yang memungkinkan pemilik usaha kecil untuk mencatat dan mengelola penjualan dan pengeluaran mereka dengan lebih baik, saat ini BukuKas berkembang lebih jauh menjadi aplikasi yang dapat mengatur inventaris, pembuatan faktur, dan melakukan analitik.

Hingga April 2021, BukuKas telah berhasil merangkul 6,3 juta pemilik toko dan pelaku usaha kecil ke dalam platformnya. Startup ini juga memiliki 3 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU), dengan akumulasi pencatatan nilai transaksi tahunan senilai hampir US$ 25,9 miliar (sekitar Rp 360 triliun) setiap tahunnya, atau setara dengan 2,2% dari PDB Indonesia. Pada akhir 2022, BukuKas menargetkan untuk menggandeng sejumlah 20 juta pelaku UMKM ke dalam platform mereka.

Baca Juga: Merger Gojek-Tokopedia, ini hitung-hitungan valuasinya

Putaran pendanaan terbaru itu diumumkan tepat setelah BukuKas merilis fitur pembayaran baru 'BukuKasPay' pada pertengahan April 2021. Melalui fitur baru BukuKasPay, pelaku usaha kecil dapat membayar ke pemasok mereka dengan tepat waktu dan dapat menagih hutang kepada konsumen mereka secara digital melalui berbagai metode pembayaran digital yang meliputi virtual account bank, QRIS, serta dompet elektronik populer seperti OVO, DANA, GoPay, LinkAja, dan ShopeePay.

Hanya dalam 4 minggu sejak BukuKasPay diluncurkan, perusahaan telah mencatat transaksi pembayaran bulanan sebanyak puluhan juta dolar AS di dalam platform BukuKas.

Selanjutnya: East Ventures pimpin pendanaan baru kepada Bonza Senilai US$ 2 juta

 


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Sukses Presentasi: Presentasi Online Yang Tidak Membosankan Batch 2

[X]
×