kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.925
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS613.068 0,17%

Akuntan yang banting setir jadi juragan tenun sutera

Sabtu, 12 Mei 2018 / 16:05 WIB

Akuntan yang banting setir jadi juragan tenun sutera



KONTAN.CO.ID - Bermula dari kecintaannya terhadap aneka kain tradisional Indonesia, Wignyo  Rahadi memutuskan terjun di bisnis tenun. Saat bekerja sebagai akuntan sekitar 1997, Wignyo diam-diam merintis bisnis pribadi. Bersama tujuh temannya, ia melakukan uji coba alat tenun dan membuat kreasi tenun sendiri.  

Wignyo memang menyukai kain tradisional sejak muda. "Saya hobi mengumpulkan kain tradisional, seperti batik, tenun, ulos," katanya.  

Awalnya, Wignyo menjahit pakaian hasil tenunnya sendiri. Tak disangka, banyak peminat kain tenunnya. Dari situlah, pria kelahiran Solo ini terpikir untuk lebih serius menggarap bisnis tenun.

Setelah merasa cukup pengalaman dan  riset, pada tahun 2000 Wignyo mantab keluar dari pekerjaannya dan mendirikan Tenun Gaya. "Ini keputusan yang berat karena posisi saya sudah mapan dan gaji diatas rata-rata," ujar dia.

Saat itu, pria kelahiran 1960 ini memilih membuka workshop di Sukabumi, Jawa Barat lantaran masih banyak sumber daya manusia yang bisa dilatih menjadi perajin. Selain itu, Sukabumi dekat dengan pusat bahan baku.

Tenun Gaya besutan Wignyo fokus mengembangkan produk tenun handmade atau alat tenun bukan mesin (ATBM) berbahan sutera. Harga jual tenunnya mulai Rp 19.000 per meter hingga sekitar Rp 900.000 per meter. Sedangkan, untuk busana siap pakai (ready to wear), mulai Rp 500.000 hingga Rp 3,5 juta.

Harga lebih tinggi dikenakan pada produk eksklusif, yakni Rp 5 juta.  Beberapa produk Tenun Gaya juga sudah merambah ke ritel perbelanjaan seperti Metro dan ada gerai milik Tenun Gaya sendiri di kawasan Cipete, Jakarta Selatan dan Menteng, Jakarta Pusat.

Tak hanya pasar dalam negeri yang tertarik dengan produk Tenun Gaya. Pasar mancanegara, seperti Singapura dan Jepang juga sangat berminat dengan produk Tenun Gaya. Sudah tak terhitung lagi Wignyo menggelar peragaan buasana di luar negeri untuk memperkenalkan Tenun Gaya.

"Sekarang perajin kami sudah mencapai ratusan, angka pastinya saya kurang hafal. Pusat produksi masih tetap di Sukabumi, tapi saya juga aktif mengajar tenun di daerah lain," kata Wignyo.  


PROFIL PENGUSAHA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0495 || diagnostic_web = 0.3127

Close [X]
×