kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45880,84   -5,34   -0.60%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Alumni SSI, DEUS Human Capital Services Tawarkan Revolusi Baru Manajemen Personalia


Jumat, 03 Mei 2024 / 13:33 WIB
Alumni SSI, DEUS Human Capital Services Tawarkan Revolusi Baru Manajemen Personalia
ILUSTRASI. DEUS Human Capital Services, Alumni Startup Studio Indonesia (SSI) Luncurkan ?DEUS Enhance?, Menawarkan Revolusi Baru Manajemen Personalia.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu aspek terpenting dalam tata kelola perusahaan adalah manajemen personalia atau Sumber Daya Manusia (SDM). Divisi ini berperan penting dalam mengidentifikasi kebutuhan perusahaan, menemukan talenta yang tepat, serta mendukung pertumbuhan masing-masing karyawan dan memastikan kesejahteraan mereka. 

Namun demikian, manajemen HR di Indonesia kerap menghadapi tantangan dalam menjalankan mandatnya. Beberapa di antaranya adalah kurangnya produktivitas karyawan, proses rekrutmen yang memakan waktu dan biaya tinggi, adanya ketidakcocokan antara skill karyawan dan kebutuhan perusahaan, efektivitas metrik KPI yang kurang optimal, hingga turnover yang tinggi karena karyawan tidak mendapatkan insentif yang layak.  

Menjawab tantangan tersebut, DEUS telah meluncurkan produk terbarunya, “DEUS Enhance”, yang berfungsi sebagai platform manajemen strategis HR yang terintegrasi. DEUS Enhance menjadi perpanjangan fungsi untuk merancang dan memantau proses pencapaian KPI, kompetensi, performance appraisal, program pengembangan karyawan. 

DEUS Enhance juga menghadirkan sistem remunerasi yang secara sistem terkait langsung dengan penilaian performance appraisal yang layak dan teruji, meliputi insentif, bonus, dan kenaikan gaji.

Baca Juga: Sinar Mas Land melalui Digital Hub bersama Xendit Gelar DNA VC Startup Connect

“Selama ini, kami melihat banyak perusahaan yang masih memantau performa karyawan secara manual dan konvensional, sehingga rawan terpengaruh oleh kesalahan manusia, kehilangan data, dan bias subjektivitas. Metode manual ini juga banyak membuang waktu," ungkap Gregory Kurnia, CEO DEUS dalam keterangannya, Jumat (3/5). 

"Karena itulah kami mencetuskan DEUS Enhance untuk membantu menyelesaikan pain points tersebut. DEUS Enhance menghadirkan sistem HR yang terintegrasi, dengan matrik penilaian performa/KPI yang akurat dan otomatis yang berhubung langsung dengan sistem renumenrasi (insentif, bonus dan kenaikan gaji), sehingga manajemen SDM di perusahaan bisa berjalan secara optimal,” jelasnya.

Solusi DEUS akan membantu tenaga profesional HR di perusahaan, terutama dalam menyaring dan mempertahankan talenta terbaik untuk kebutuhan bisnis. Sejauh ini, sudah beberapa perusahaan besar yang telah masuk dalam portofolionya, meliputi berbagai sektor seperti sektor ritel, F&B, consumer goods, edukasi, tech dan sebagainya. 

Sebelumnya, DEUS telah meluncurkan produk perdananya yakni tools bertajuk DEUS Discover yang mengajak pengguna untuk menyelesaikan game petualangan (“Heroes of a Fallen Land”) yang dapat menunjukkan profil kepribadian, kompetensi, hingga kemampuan kognitif dari pemainnya melalui game tersebut. 

Di akhir permainan, DEUS akan merilis Individual Report berisi kelebihan dan kekurangan individu; Summary Dashboard berisi skor dari setiap asesmen dan tendensi karakter; serta Profile Suitability yang menunjukkan kecocokan kandidat dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

Baca Juga: Luncurkan Solopreneur Academy, Bank Saqu &Endeavor Indonesia Siap Dorong Solopreneur

Produk DEUS Discover dapat digunakan untuk rekrutmen eksternal maupun internal, promosi karyawan, mempersiapkan pemimpin, pengembangan karyawan internal, talent mapping dan sebagainya.

“Sebagai alumni program Startup Studio Indonesia Batch 6 dari Kominfo, kami antusias melihat sepak terjang DEUS yang terus mengeluarkan solusi inovatif untuk memecahkan masalah nyata di lapangan. Terlebih karena Indonesia sebentar lagi akan memasuki generasi emas, dimana 70% penduduk Indonesia berada dalam usia produktif pada tahun 2045, tentunya kita membutuhkan solusi manajemen SDM yang efektif, optimal, dan terdigitalisasi. Kami akan terus mendukung perkembangan startup inovatif muda di Indonesia untuk semakin mematangkan ekonomi digital Indonesia di masa yang akan datang,” ungkap Boni Pudjianto, Direktur Ekonomi Digital, Kominfo.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×