kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ancaman Resesi Tak Halangi Evermos Bisnis Produk Muslim


Sabtu, 31 Desember 2022 / 11:00 WIB
Ancaman Resesi Tak Halangi Evermos Bisnis Produk Muslim


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak sedikit startup social e-commerce yang terus melaju. Salah satunya adalah Evermos. Ini adalah startup social e-commerce yang fokus pada penjualan produk muslim.

Selain menggandeng mitra dagang atau reseller berdasarkan komisi penjualan,  Evermos juga membidik pelapak yang berjualan ritel ke konsumen. 

Dengan konsep tersebut, mitra bisnis startup yang sudah beroperasi sejak November 2018 ini terus bertumbuh. Reseller aktif di Evermos saat ini berjumlah 140.000 reseller
Ada pun merek dagang atau brand produk yang sudah bergabung dengan Evermos hingga pertengahan tahun ini mencapai sekitar  1.000 label. 

Jenis produk yang dijajakannya pun tak melulu produk muslim, seperti fesyen atau perlengkapan ibadah. Tetapi, juga produk herbal hingga perlengkapan rumah tangga. 

Beberapa merek produk muslim yang sudah bergabung di Evermos adalah Zoya, Rabbani, dan Elbina di produk fesyen. Sementara untuk produk Al Quran ada Syaamil dan Corodoba. 

Ghufron Mustaqim, Co-Founder dan Chief Executive Officer Evermos mengklaim bahwa saat ini sudah ada 1 juta pengguna yang mengunduh aplikasi Evermos. Ghufron menargetkan, jumlah pengguna Evermos bisa meningkat di tahun depan.

"Kami juga menargetkan ada  1 juta reseller aktif di 2025," kata dia  kepada KONTAN, Jumat (16/12).

Baca Juga: Evermos manfaatkan jaringan penjualan untuk pasarkan produk muslim

Syarat menjadi reseller Evermos perlu membayar uang pendaftaran yang menjadi pemasukan bagi startup ini. Setelah itu, setiap reseller yang sudah bergabung akan mendapatkan komisi penjualan rata-rata sebesar 20% dari para pemilik merek. 

Seiring dengan target tambahan reseller, Ghufron juga menargetkan, jumlah produk atau merek yang bergabung dengan Evermos terus bertambah. 

Jika saat ini sudah ada 1.000 merek yang bergabung, maka dua tahun mendatang (2024) bisa bertambah menjadi 3.000 merek, dan di 2025 bisa tembus 5.000 merek lagi yang bergabung di Evermos. 

Target ambisius tersebut bukan tanpa perhitungan. Di tengah ancaman resesi tahun depan, Ghufron justru   melihat hal itu sebagai peluang lantaran banyak orang yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan melalui wirausaha. Sayangnya, Ghufron tidak merinci strategi Evermos dalam mencapai target tersebut. 

Yang jelas, Evermos tengah berupaya mendapatkan suntikan dana lagi untuk bisa merealisasikan target bisnis tersebut. Untuk langkah yang satu ini, Ghufron tidak banyak memberi bocoran. Ia hanya berharap Evermos bisa mendapatkan suntikan dana kembali.

Sebagai informasi Evermos sebelumnya sudah mendapat pendanaan seri B senilai US$ 30 juta dari sejumlah investor. Suntikan modal itu datang dari UOB Venture Management hingga Telkomsel Mitra Innovation (TMI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×