kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Andreas Kurniawan baru sukses setelah 27 kali gagal berbisnis


Sabtu, 03 Agustus 2019 / 13:00 WIB

Andreas Kurniawan baru sukses setelah 27 kali gagal berbisnis


KONTAN.CO.ID - Jadi pengusaha sukses, jelas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sering kali, sebelum menjadi pebisnis yang berhasil, seseorang harus jatuh bangun merintis usaha terlebih dahulu.

Bukan cuma sekali dua kali bangkrut tapi berkali-kali, bahkan ada yang sampai puluhan kali. Tengok saja kisah Andreas Kurniawan.

Sebelum jadi pengusaha plafon yang sukses dengan omzet miliaran rupiah per tahun, pria kelahiran Kendal, Jawa Tengah, 10 Januari 1983, ini berulang kali jatuh bangun. “Plafon adalah usaha ke-28 saya. Jadi, ada 27 usaha saya bangkrut,” ujar dia.

Andre, begitu panggilan Andreas Kurniawan, memulai usaha plafon pada 2013 lalu. Ia merupakan distributor sekaligus kontraktor plafon dan panel dinding berbahan polyvinyl chloride (PVC) Shunda Plafon.

Dan sejak 2017, bisnisnya berbentuk perseroan terbatas (PT) dengan mengusung nama PT Atlantis Karya Indonesia dan berkantor di Semarang.

Menjadi seorang pengusaha merupakan mimpi Andre saat bekerja di Jepang sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Adalah guru bahasa Jepangnya yang pertama memercikkan keinginan itu dalam benaknya.

Sang guru berujar, Indonesia adalah negara kaya lantaran memiliki sumber daya manusia (SDM) yang banyak dan sumber daya alam melimpah. “Kekurangan Indonesia adalah mindset SDM-nya masih sedikit yang berpikiran untuk mandiri,” ujar dia menirukan si guru.

Maka, saat pulang ke tanah air pada 2007 setelah bekerja tiga tahun di negeri matahari terbit, dia langsung berbisnis, dengan bergabung jadi anggota sebuah perusahaan multi-level marketing (MLM) yang bergerak di bidang kesehatan.

Bukan tanpa alasan dia mengawali usaha dengan jualan produk kesehatan dari perusahaan MLM. “Orang punya usaha intinya harus bisa menjual. Saya belum punya ilmu ini, maka saya putuskan mendapatkan ilmu pemasaran dari perusahaan MLM itu,” jelas lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) ini.

Lantaran waktu berjualan produk MLM fleksibel, Andre menjajal usaha lain. Kebetulan, saudaranya memproduksi minuman jahe. Ia pun berdagang produk itu dengan keluar masuk pasar dan rumah makan guna bertemu dengan pedagang atau pemilik yang mau menjual kembali minuman jahe.


Reporter: Merlinda Riska
Editor: S.S. Kurniawan



Close [X]
×