kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.005,32   -2,97   -0.29%
  • EMAS991.000 1,02%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Antisipasi Resesi, GoToko Gandeng Kemenkominfo Dorong Transformasi Digital UMKM


Jumat, 18 November 2022 / 14:34 WIB
Antisipasi Resesi, GoToko Gandeng Kemenkominfo Dorong Transformasi Digital UMKM
ILUSTRASI. Aplikasi GoToko bagi pelaku usaha warung kelontong.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gerai Cepat Untung (GoToko) bergabung dalam Industry Task Force (ITF) G20 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Ini bertujuan mendorong pemulihan melalui kolaborasi guna mewujudkan transformasi digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.

CEO dan President Director GoToko Gurnoor Singh Dhillon menjelaskan, pihaknya tetap optimistis terkait pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu spekulasi terhadap resesi. Ia memandang Indonesia sebagai pasar yang sedang berkembang dengan basis permintaan yang kuat.

Menurutnya, masyarakat mungkin akan mengurangi daya belanja. Namun untuk kebutuhan-kebutuhan mendasar dinilai akan tetap ada.

Ketangguhan warung dalam menghadapi krisis, dalam riset Nielsen pada 2020 menunjukkan bahwa 70% masyarakat Indonesia lebih memilih berbelanja kebutuhan di warung dibandingkan belanja secara daring. Dari nilai ekonomi pasar ritel nasional yang mencapai US$ 75 miliar, warung juga memiliki kontribusi hingga 80%, serta memiliki kontribusi terhadap PDB empat kali lipat lebih besar dibandingkan ritel modern.

Baca Juga: TelkomGroup Sukses Datangkan Investor Danai Startup Tanah Air Senilai USD 399 Juta

Dilanjutkannya, tekanan resesi kemungkinan akan berdampak pada rantai pasokan barang yang mengarah pada tantangan pengadaan persediaan bagi pemilik warung. Situasi ini serupa pandemi lalu sehingga akan memotivasi pemilik warung untuk mengubah cara mereka berbisnis.

"Saya percaya perubahan adalah pola pikir, dan dalam krisis seperti ini pemilik warung akan lebih terbuka untuk beralih ke digital yang bertujuan untuk membantu mengembangkan bisnisnya, memungkinkan untuk bersaing serta berkembang, bukan hanya bertahan hidup," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/11).

Saat ini diperkirakan ada sekitar 3 juta warung di Indonesia, namun baru ada sekitar 600.000 warung yang dapat dijangkau dengan baik secara langsung oleh brand principals. Sementara 80% belum dijangkau dengan baik sehingga mengalami tantangan dalam memenuhi pasokannya.

“Kami memiliki komitmen untuk menjadi platform untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Melalui teknologi kami memiliki visi membantu pemilik warung untuk menjalankan bisnis lebih efisien agar kehidupan pemilik warung dapat meningkat,” sambung Gurnoor.

Berdasar data Kemenkominfo, indeks literasi digital Indonesia pada 2021 berada pada skor 3,49. Skor tersebut menempatkan Indonesia berada pada kategori menengah. Meningkatkan taraf literasi digital, pemerintah menargetkan 30 juta UMKM untuk go digital pada 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×