kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Aroma bisnis spa masih mewangi


Minggu, 08 Oktober 2017 / 18:10 WIB
Aroma bisnis spa masih mewangi

Reporter: Mia Chiara, Tri Sulistiowati, Venny Suryanto, Yovi Syarifa | Editor: Johana K.

Pemilik sebaiknya bangun training center

Jika ditilik dari pertumbuhan gerai para pemain di atas, usaha spa terlihat masih potensial. Pengamat usaha Djoko Kurniawan pun menilai potensi usaha ini masih akan bagus kedepan. Pasarnya masih sangat luas, apalagi saat ini spa sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Harga pelayanan yang mahal pun tidak menjadi masalah asal mereka mendapatkan pelayanan terbaik. "Relaksasi adalah bisnis hiburan, jadi konsumen tidak akan sensitif dengan harga," tegasnya.

Meski begitu, tantangan terberat para pemilik usaha adalah soal manajemen karyawan terutama terapis. Karena, tak mudah mendapatkan terapis yang sesuai dengan standart masing-masing tempat usaha. Belum lagi, perpindahan karyawan yang cukup tinggi.

Solusinya, para pemilik harus membangun traning center untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang sesuai standar. Sehingga, saat ada terapis yang memutuskan keluar, manajemen akan cepat memberikan penggantinya. Lebih baik, pilih karyawan yang belum berpengalaman kemudian dididik hingga prefesional.

Pemilik usaha pun tetap diminta untuk menjaga standarisasi seluruh gerai untuk untuk menjaga kepuasan konsumen. Lalu, jangan biarkan gerai tergantung dengan satu terapis. Bisa jadi, "Kalau terapisnya keluar  maka pelanggannya pergi mengikutinya," tambah Djoko.  

Inovasi pun tak boleh ditinggalkan. Pemilik harus membuat pelanggan terus merasa penasaran dengan layanan baru. Misalnya,  lulur spa estrak kenanga dan lainnya.        




TERBARU

Close [X]
×