kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.863
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Aroma kelezatan kedai bebek kurang menyengat

Sabtu, 09 Juni 2018 / 10:05 WIB

Aroma kelezatan kedai bebek kurang menyengat



KONTAN.CO.ID - Bisnis di sektor kuliner masih terus berkembang. Kini, makin banyak ragam kuliner kekinian baru yang bermunculan. Beberapa tahun lalu, kuliner olahan bebek yang lekat dengan citarasa tradisional sempat booming di pasaran. Dan pada akhirnya banyak pelaku usaha yang terjun dengan membuka gerai olahan bebek.

Melihat tren yang ada, olahan bebek yang dominan dengan cita rasa tradisional tergeser oleh kuliner kekinian. Beberapa pelaku usaha bebek yang diulas KONTAN tak berkembang. Bahkan ada yang menutup gerai bebek tersebut untuk sementara waktu. Namun, ada pula pelaku usaha yang bisa bertahan.

Review Waralaba pekan ini bakal mengulas perkembangan kemitraan olahan bebek dari tiga pelaku usaha, yaitu Bebek Kremes Isabella, Bebek Lieur dan Bebek Rahminten. Simak ulasannya berikut ini :

Bebek Kremes Isabella

Kemitraan olahan bebak asal Yogyakarta ini berdiri sejak 2007 lalu dan  mulai membuka peluang kemitraan Juli 2016. Usaha ini dinahkodai oleh Andre Yakub.

Saat KONTAN mengulas usaha ini Agustus 2016, belum ada mitra yang bergabung, baru ada satu gerai milik pusat di daerah Umbulharjo, Yogyakarta. Kini, usaha ini dibekukan sementara oleh Andre. "Karena tidak ada karyawan kami off dulu selama satu bulan dan mulai buka lagi setelah Lebaran," ujar Andre kepada KONTAN.

Selain itu, Andre mengaku sejak membuka kemitraan, hingga saat ini, Bebek Kremes Isabella belum memiliki satu gerai kemitraan pun.

Sebelumnya, Andre menawarkan satu paket investasi Rp 75 juta. Paket tersebut sudah termasuk franchise fee selama tiga tahun. Jadi, mitra tidak perlu lagi membayar biaya apapun tiap bulan ke pusat.

Investasi itu tidak termasuk peralatan, tempat usaha dan karyawan. Sebab Andre menyerahkan sepenuhnya kepada mitra. Juga tidak ada syarat luas lokasi, asalkan lokasinya strategis dan pasarnya ada.

Mitra memang tidak perlu membayar biaya apapun lagi ke pusat tiap bulan. Namun mitra wajib membeli bahan baku utama ke pusat, yakni bebek, bumbu dan sambal. Sedangkan untuk bahan baku pelengkap seperti lalapan timun, kol dan lainnya atau kecap, tahu dan tempe, mitra bisa membelinya di luar. Ketiga bahan baku utama harus dipasok pusat agar tetap menjaga kualitas rasanya.

Sebelumnya Andre menyatakan dalam satu hari gerai bebeknya bisa menjual minimal 40 – 70 porsi. Jumlah tersebut akan meningkat dua kali lipat saat akhir pekan tiba menjadi 100 porsi per hari. Rata-rata omzet yang ditawarkan antara Rp 18 juta sampai Rp 30 juta untuk gerai wilayah Yogyakarta.


Reporter: Elisabeth Adventa, Maizal Walfajri, Nur Pehatul Janna, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

0

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0074 || diagnostic_api_kanan = 0.1089 || diagnostic_web = 2.1481

Close [X]
×