kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Bakpia Japon, mampu ubah musibah jadi berkah


Minggu, 02 September 2018 / 04:00 WIB

Bakpia Japon, mampu ubah musibah jadi berkah

KONTAN.CO.ID - Di Yogya, bakpia punya pasar yang begitu luas. Mulai dari kalangan wisatawan sampai warga di sekitar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini sendiri. Luasnya pasar bakpia membuat sejumlah warga DIY yang menggantungkan hidupnya dari bisnis bakpia.

Salah satunya adalah Dwiyanto, pemilik Bakpia Japon asal Kabupaten Bantul, DIY. Ia meneruskan bisnis produksi bakpia yang dirintis oleh ayahnya sejak tahun 2004 silam. Di tengah sengitnya persaingan ratusan bisnis bakpia di Yogyakarta dan sekitarnya, Bakpia Japon tetap bertahan hingga saat ini. Bahkan, Dwi terus menambah kapasitas produksi lantaran pasarnya makin berkembang.

“Bisnis ini awalnya dirintis oleh bapak saya. Waktu itu, ceritanya, di desa ini belum ada sentra produksi bakpia. Jadi orang sini kalau mau beli bakpia harus ke kota dan jaraknya lumayan jauh," tutur Dwi saat ditemui KONTAN di rumahnya pekan lalu. Sedangkan, permintaan bakpia di daerahnya cukup tinggi. Biasanya untuk suguhan tamu atau hajatan.

Ia mengungkapkan, jika kedua orangtuanya merintis Bakpia Japon dengan modal seadanya. Bermodalkan pengetahuan dalam membuat bakpia dan modal puluhan juta, kedua orangtua Dwi berani membuat pusat produksi bakpia di desa Srandakan, Kabupaten Bantul.

Saat awal berdiri, Bakpia Japon hanya mempekerjakan lima orang perajin bakpia yang berasal dari sekitar Kabupaten Bantul. Kini, pusat produksi Bakpia Japon memiliki sekitar 35 perajin bakpia yang memproduksi ribuan bakpia setiap harinya.

Tak hanya dari segi jumlah perajin saja yang bertambah, Dwi mengatakan, kapasitas produksi Bakpia Japon pun terus meningkat. Semula, kapasitas produksinya hanya 40.000–80.000 buah bakpia per bulan. Kini, kapasitas produksinya meningkat empat kali lipat menjadi 240.000 sampai 400.000 buah saban bulan.

“Sekarang ini, Bakpia Japon bisa mengolah rata-rata 2-4 sak tepung terigu setiap hari. Satu sak bisa jadi sekitar 4.000 buah bakpia,” ujar Dwi. Ia bilang satu buah Bakpia Japon dibanderol Rp 1.000. Sedangkan satu kotak Bakpia Japon isi 15 – 20 buah bakpia dibanderol Rp 15.000 – Rp 18.000. Praktis, Dwi bisa mengantongi omzet hingga Rp 240 juta saban bulannya.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.


Close [X]
×