kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bambu mudah ditanam, murah pemeliharaannya


Kamis, 13 Februari 2014 / 14:30 WIB
Bambu mudah ditanam, murah pemeliharaannya


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Rizki Caturini

Bambu kerap disebut sebagai rumput yang memiliki sifat kayu. Pasalnya, bambu bisa digunakan sebagai bahan bangunan. Malah, bambu bisa lebih cepat panen dibandingkan kayu. Dalam tiga hingga lima tahun, bambu sudah bisa dipanen. Perkebunan bambu pun bisa produktif hingga 50 tahun.

Menurut para pebudidaya, cara budidaya bambu tidak terlalu sulit. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menanam tanaman bambu yaitu menggunakan akar ruas dan melalui akar bongkot. Untuk mendapatkan bibit ini cukup mudah karena banyak pedagang tanaman yang menjualnya.

Jatnika Nagamiharja, salah satu pengusaha bambu, menuturkan, bila menginginkan hasil panen bambu yang baik dan kuat, baiknya menggunakan akar bongkot. Karena, akar bongkot sudah mempunyai akar dan dapat menghasilkan mata ruas. Ukuran akar bongkot yang tepat untuk penanaman adalah dengan yang berdiameter 80 centimeter (cm). Karena, saat itu akar sudah mempunyai mata ruas. Petani bambu dapat mengembangkan bibit sendiri setelah mempunyai pohon induk karena bambu dapat dibibitkan dari mata ruas.

Bila ingin menanam menggunakan mata ruas, harus dimulai dengan menanam mata ruas di polibag. Setelah itu harus dilakukan penyiraman setiap hari. Bila usianya sudah mencapai satu bulan dan sudah terlihat mempunyai akar baru, mata ruas dapat dipindahkan di tanah.

Perawatan bambu termasuk mudah. Karena para pebudidaya tidak perlu melakukan penyiraman setiap hari karena akar bambu dapat menjangkau lokasi keberadaan air. Selain itu, tidak ada pemupukan yang khusus untuk tanaman ini.

Jatnika mengatakan, daun kering dari tanaman bambu dapat menjadi pupuk yang baik. Cukup bersihkan daun-daun kering disekitar pohon dan kumpulkan disekitar akar pohon. Untuk menghasilkan bambu dengan diameter yang besar, baiknya tanaman bambu ditebang sebagian selama satu tahun sekali.

Bambu lebih baik ditanam saat musim penghujan dan dipanen pada musim kemarau agar akar rebung tidak sempat tumbuh. Tanaman bambu muda dapat dipanen setelah empat bulan.

Pebudidaya lain asal Sumedang, Irwan Hedi, bilang tanaman bambu memiliki daya tahan yang bagus. Misalnya, jika rumpun bambu dibakar, bambu masih tumbuh lagi.

Irwan bilang, kadar air batangan bambu paling rendah siang hari. Maka, saat itu yang cocok untuk menebang bambu. Yang sedikit lucu, ada petani bambu yang menebang pada awal pekan, karena percaya pada saat itu kualitasnya paling bagus.                         n

(Selesai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×