kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS917.000 -0,76%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bangga Buatan Indonesia: Arane Ecoprint berkibar lewat fesyen ramah lingkungan


Sabtu, 08 Mei 2021 / 06:00 WIB
Bangga Buatan Indonesia: Arane Ecoprint berkibar lewat fesyen ramah lingkungan

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA (Bangga Buatan Indonesia). Pandemi virus korona tidak cuma meluluhlantakkan bisnis perusahaan besar dan banyak sektor usaha. Perusahaan berskala kecil juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun terkena imbas pandemi Covid-19. Tak terkecuali, yang berkecimpung di bidang fesyen. 

Salah satunya adalah Arane Ecoprint. Perusahaan fesyen asal Yogyakarta ini fokus pada motif-motif pepohonan di setiap produknya. Dalam prosesnya, mereka menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. 

Elsana Bekti Nugroho, Chief Executive Officer Arane Ecoprint, menjelaskan, dengan konsep fesyen yang menggunakan bahan dan motif yang ramah lingkungan, bisnisnya sudah bisa menarik pasar dengan identitas itu. Apalagi, tren ramah lingkungan sekarang semakin berkumandang.

Ini terlihat dari hasil yang sudah Arane Ecoprint dapat sejak menekuni usaha tersebut pada 2017 lalu. Sebelum pandemi menerjang pasar domestik dan global, mereka saban bulan sanggup meraup omzet antara Rp 25 juta- Rp 50 juta. 

Tapi, suasana langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Kala pandemi korona menerjang, pendapatan Arane Ecoprint terjun bebas. Elsana mengungkapkan, omzet usahanya langsung merosot hingga 60% begitu pandemi datang. "Omzet kami berkurang sampai 60%," katanya kepada Kontan.co.id  belum lama ini.

Bangga Buatan Indonesia: Jagoan Lokal Joglo Semar

Penurunan bisnis tersebut terjadi lantaran Arane Ecoprint selama memulai usaha hingga sebelum pandemi Covid-19 terjadi, sangat mengandalkan penjualan offline. Terutama sekali, saat mengikut pameran atau bazar yang tidak cuma ada di Yogyakarta saja, tetapi juga hingga Jakarta.  "Saat pameran di Jakarta, kami kerap panen omzet," ujar Elsana.

Saat pandemi berlangsung, tentu kegiatan pameran atau bazar berhenti karena termasuk kegiatan yang pemerintah larang selama penerapan kebijakan pembatasan sosial.

Sekali pun kegiatan bazar atau pameran kini sudah tidak dilarang, pemerintah membatasi jumlah pengunjungnya. 

Melihat kondisi tersebut, Elsana pun langsung mencari cara agar usaha Arane Ecoprint bisa terus menghasilkan cetakan alami di setiap produk fesyennya. Apalagi, selain produk kain, mereka juga memproduksi produksi fesyen bagi wanita dan pria. 

Elsana pun mengikuti langkah yang sudah dilakoni oleh banyak pebisnis di masa pandemi, yakni dengan memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran.

Jagoan Lokal - Joglo Semar: Liputan Bangga Buatan Indonesia merupakan liputan bersama KONTAN, KOMPAS, Kompas.com dan Kompas TV untuk mendukung kemajuan UMKM Indonesia.




TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×