kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   -15.000   -1,06%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%

Banjir Produk China Bermula dari Pameran


Sabtu, 22 Juni 2024 / 09:20 WIB
Banjir Produk China Bermula dari Pameran
ILUSTRASI. Pengunjung mengamati produk manufaktur China di pameran China Homelife Indonesia di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Jumat (15/3/2024). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/15/03/2024.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gempuran produk China tidak hanya terjadi di marketplace. Tapi juga terjadi di sejumlah pameran dagang yang khusus memamerkan produk asal Tiongkok.

Malah, sejak Mei kemarin hingga awal Juni, sederet pameran yang menampilkan beragam produk China  berlangsung di salah satu arena ekshibisi di Jakarta. Produk yang ditampilkan beraneka ragam. Mulai dari elektronik, kelistrikan, hingga bahan bangunan. 

Salah satu yang tengah disorot adalah perhelatan pameran bertajuk China Homelife Indonesia, pada 4-7 Juni 2024 yang digelar oleh PT Meorient Exhibition International.

Selain kontroversi karena menjual langsung produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Tiongkok yang bisa menggerus potensi pasar UMKM lokal, acara ini juga disorot karena menyeret nama Kadin Indonesia. 

KONTAN sudah berusaha mengonfirmasi perhelatan tersebut ke penyelenggara pameran. Namun, hingga berita ini diturunkan, petinggi Meorient tidak kunjung memberi penjelasan.

Nah, maraknya gempuran produk asal China jelas mengkhawatirkan   pebisnis lokal. Termasuk juga para pelaku UMKM dalam negeri. 

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinni mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Pemberian izin pameran produk impor utamanya dari China, menurutnya, secara langsung berdampak pada kegiatan UMKM.

"Pemerintah belum berpihak seutuhnya kepada UMKM lokal," ungkapnya ke KONTAN, Jumat (21/6).

Baca Juga: Pameran China Homelife di JIExpo, Perusahaan Tiongkok Bidik Transaksi US$8 Miliar

Apalagi, bila produk yang dipamerkan tersebut punya harga yang lebih murah, karena bakal menambah pukulan bagi pelaku UMKM lokal.

Masyarakat pun tidak bisa disalahkan jika akhirnya memilih barang impor China yang lebih murah. Soalnya, daya beli masyarakat tengah lesu.

"Ini seperti buah simalakama, kondisi yang sangat sulit," katanya. 

Direktur Ekonomi Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda sependapat. Faktor lainnya, China tengah mengalami kelebihan pasokan berbagai produk. Ini yang memaksa mereka melakukan ekspor ke beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.

"Pemerintah China memberikan insentif besar bagi pelaku usaha yang melakukan ekspor," ujar Nailul kemarin (21/6). 

Berbagai insentif itu, kata Nailul, yang membuat berbagai produk dari China memiliki harga yang bersaing dan banyak diminati konsumen di Indonesia. Alhasil, dia berharap, pemerintah harus berpihak kepada produk-produk lokal termasuk UMKM. Caranya, dengan memberikan insentif.

Tenaga Ahli Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Agung Nur Fajar mengakui, maraknya serbuan produk dari China, termasuk pameran produk dari negara itu, menggerus produk UMKM lokal. Untuk itu, butuh sinergi kebijakan pemerintah lintas kementerian dan lembaga, termasuk melakukan pengetatan impor.

"Jika dibiarkan, sebagian besar UMKM produsen menjadi pedagang atau distributor dari China," tegasnya.

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM tengah gencar mengampanyekan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Langkah lainnya adalah  pengembangan iklim usaha dan penguatan hilirisasi industri pengolahan.

Tapi, Hermawati berharap, pemerintah memperketat izin pameran produk luar yang bisa dibikin UMKM lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×