kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45795,33   0,00   0.00%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.14%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.04%

Bantu UMKM naik kelas, Majoo hadirkan aplikasi wirausaha


Senin, 24 Februari 2020 / 14:58 WIB
Bantu UMKM naik kelas, Majoo hadirkan aplikasi wirausaha
ILUSTRASI. Ilustrasi Majoo

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dorongan pemerintah untuk meningkatkan kualitas UMKM terus dilakukan dengan berbagai kebijakan, salah satunya mendorong digitalisasi di segmen ini. Di era Revolusi Industri 4.0 ini perkembangan digital sangat penting agar UMKM mampu bersaing di tingkat global.

Hal inilah yang mendorong PT Majoo Teknologi Indonesia menghadirkan Aplikasi Wirausaha untuk UMKM yaitu majoo. Majoo tidak hanya menjadi aplikasi kasir atau point of sales para UMKM, tetapi juga meliputi pengelolaan keuangan, inventori, pelanggan, karyawan, dan analisa bisnis, sehingga para pelaku UMKM tidak perlu repot dalam mengelola usahanya.

Baca Juga: Raih dana segar, UangTeman fokus tingkatkan profitabilitas keuangan di tahun 2020

Selain menghadirkan Aplikasi Wirausaha dengan beragam solusi cerdas untuk mempermudah sistem usaha, majoo juga memberikan akses usaha terhadap pembayaran elektronik, permodalan dan informasi bisnis yang bisa membantu UMKM untuk tumbuh. Peran inilah yang diambil majoo untuk menaikkan kelas UMKM di Indonesia.

“Sesuai misi Majoo yaitu memajukan UMKM dengan inovasi financial technology untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kami mendukung UMKM naik kelas dan dapat membuka akses pasar ke dunia digital,” ujar CEO & Founder majoo Adi Wahyu Rahadi dalam keterangannya, Senin (24/2).

Sektor UMKM ini sangat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan data dari Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) pada 2019, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 65% atau sekitar Rp 2.394,5 triliun. Sementara dari sektor ketenagakerjaan, UMKM di Indonesia menyumbang 96% dari 170 juta tenaga kerja.

“Kami percaya bahwa UMKM memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. Kami juga percaya bahwa setiap UMKM harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi dan ekonomi digital yang dapat membantu UMKM untuk tumbuh,” kata Adi.

Baca Juga: Minimalkan dampak corona, CSIS minta pemerintah optimalkan ekonomi dalam negeri

Menurutnya, UMKM memiliki kesenjangan dalam pencatatan keuangan, sehingga membatasi akses terhadap permodalan yang diperlukan untuk pengembangan usaha untuk bisa naik kelas. 

Kondisi ini menjadi tantangan UMKM untuk tumbuh melampaui potensi mereka yang sebenarnya. Untuk itu, majoo hadir dengan menyediakan sistem pendukung bisnis yang membantu mereka mengoptimalkan potensi bisnisnya.



TERBARU

[X]
×