kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Bekraf targetkan tambah 3.000 layar bioskop


Kamis, 15 Februari 2018 / 00:01 WIB
ILUSTRASI. Badan Ekonomi Kreatif


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski industri perfilman Indonesia mulai bangkit, namun kontribusi ke produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif (ekraf) tidak besar. Bahkan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat kontribusinya masih di bawah 5%.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf menyebut, target PDB ekraf yang diprediksi mencapai Rp 922 triliun, realisasinya jauh melebihi target. Bahkan, hingga akhir 2017, PDB ekraf mampu mencapai Rp 1.000 triliun. Namun, dari capaian tersebut, kontribusi industri film masih kecil atau di bawah 5%.

Triawan mengatakan untuk bisa meningkatkan kontribusi, jumlah layar bioskop di Tanah Air harus ditambah dan memberi kesempatan bagi investor asing untuk membangun bioskop di Indonesia.

"Layarnya sampai saat ini baru 1.500-an. Targetnya 3.000 layar lagi sampai lima tahun mendatang," ujar Triawan Munaf di Gedung TVRI, Rabu (14/2).

Triawan berharap dengan dihapusnya daftar negatif asing (DNI) investor asing masuk untuk industri perfilman dapat memicu pendapatan film lokal berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×