Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.171
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS626.185 0,32%

Belajar dan kuliah ala zaman now

Minggu, 11 Februari 2018 / 13:10 WIB

Belajar dan kuliah ala zaman now



Yang menarik, Noviastri melihat celah pasar tersebut masih terbuka lebar. Ini setelah ia mengetahui tidak banyak perguruan tinggi, terutama dari perguruan tinggi swasta yang memiliki sistem pendidikan secara online. "Tidak banyak kampus yang sudah berdiri memiliki sistem atau konten pendidikan online. Hampir semua perguruan tinggi swasta tidak punya pengalaman," tuturnya.

Mereka mendirikan Harukaedu tahun 2013. Perempuan yang pernah berkarier sebagai konsultan Price Waterhouse Cooper (PwC) di Amerika Serikat ini melihat perkembangan usaha rintisan di dalam negeri yang demikian pesat. Namun setelah ia telaah lebih lanjut, rupanya masih sedikit yang berkutat di bidang pendidikan. "Saya kembali ke Jakarta tahun 2011," ucapnya.

Awal mula membuka kelas online di Harukaedu adalah meluncurkan kelas online technoprenuership. Rupanya, kelas tersebut mendapat respon bagus di pasar. Kelas yang cuma berlangsung satu minggu tersebut sanggup menjaring peserta sebanyak 2.000 orang.

Padahal, dalam pengembangan awal Harukaedu, ia cuma mengandalkan  perangkat komputer serta sokongan dana yang kalau dihitung cuma bisa berumur enam sampai 12 bulan saja. Sayang, Noviastri tidak membeberkan secara detil mengenai jumlah dana awal usaha tersebut.

Yang jelas, ada  beberapa investor lokal yang tidak mau ia beberkan identitasnya memberi permodalan utama ke usaha rintisan tersebut. Selain itu juga ada beberapa investor lain, yang memberikan sokongan dana tambahan untuk memenuhi perkembangan bisnis Harukaedu. Seperti Cyber Agent Venture, Samator dan Aearson.

Lewat sokongan sejumlah pemodal itulah usaha Harukaedu makin berkembang. Salah satunya adalah dengan membuat platform Pintaria itu. Inilah platform yang  ingin menjangkau pasar lebih luas lagi. Yakni para pekerja atau orang yang ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Maka di konten tersebut para pendaftar bisa melihat profesi pekerjaan yang diinginkan, sembari mengetahui keahlian atau program kuliah yang harus dijalankan. Hal menarik lain yang ada di Pintaria adalah jumlah pendapatan atau gaji yang bisa konsumen raih bila bekerja di profesi tersebut.

Tak heran bila Pintaria langsung mendapat respon positif dari  pasar. Apalagi target pasar yang Harukaedu bidik di konten tersebut adalah para siswa yang baru lulus sekolah. Bisa juga mahasiswa atau orang yang sudah bekerja dan ingin meningkatkan karier dan jenjang pendidikan.

Menurut catatan Noviastri, kebanyakan para  pendaftar Pintaria mengikuti kelas training. Meski begitu ada juga yang mendaftar untuk mengikuti kuliah online.

Caranya dengan  mendaftar di program blended learning atau perpaduan belajar tatap muka dan belajar secara online. Proses ini otomatis mendaftarkan si calon mahasiswa di perguruan tinggi mitra Harukaedu.

Selanjutnya, calon mahasiswa  melewati ujian tes potensi akademik (TPA) dahulu. "Kalau lolos dan diterima maka menjalankan kegiatan kuliah. Rinciannya 50% online, 50% tatap muka setiap Sabtu," kata Novi lagi.


BISNIS START-UP

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0675 || diagnostic_web = 0.4284

Close [X]
×