kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Berkat goresan batik Depok, Ratna Septiana Wulandari sukses jadi jutawan

Minggu, 10 Februari 2019 / 14:57 WIB

Berkat goresan batik Depok, Ratna Septiana Wulandari sukses jadi jutawan
ILUSTRASI. Ratna Septiana Wulandari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat kita bicara soal kain tradisional dengan aneka motif khas, Indonesia adalah gudangnya. Hampir tiap kota di negara ini memiliki produk kain tradisional yang kerap dijadikan oleh-oleh.

Siapa sangka jika kota Depok, Jawa Barat juga memiliki kain tradisional khas, yakni Batik Depok. Selama ini, Depok tidak termasuk dalam daftar deretan kota yang memproduksi kerajinan batik.

Hanya beberapa kota seperti Pekalongan, Solo, Cirebon, dan Yogyakarta yang dikenal sebagai pusat produksi batik di tanah air. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bagi para perajin batik di kota-kota lain untuk terus berkreasi dan menciptakan karya.

Hal itulah yang dilakukan oleh Ratna Septiana Wulandari, pemilik Ratna Batik and Craft. Kecintaannya terhadap batik membuat perempuan berdarah Jawa - Madura ini gencar mempopulerkan kerajinan batik di Depok, Jawa Barat.

Berawal dari minat dan cintanya kepada kain tradisional, ia pun mantap menjadi perajin batik. Bisa dibilang, ia adalah pelopor perajin Batik Depok.

"Dulu awalnya saya ini karyawan kantoran di sebuah perusahaan Jepang. Lalu saya mundur dan membuka bisnis batik tahun 2015. Awal membuka bisnis batik, saya hanya membuat motif batik biasa, tak langsung bikin motif batik Depok," ungkapnya kepada KONTAN saat ditemui di halaman rumahnya di Depok.

Sekitar tahun 2016, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meminta Ratna untuk menciptakan motif khas Depok agar bisa mengangkat nama kota tersebut. Ia pun menyanggupi permintaan tersebut. Baginya, menciptakan motif baru yang bisa jadi ciri khas sebuah kota adalah tantangan.

"Sebenarnya permintaan ini antara tantangan tapi juga beban buat saya. Tapi, saya anggap itu sebagai tantangan yang harus dipecahkan. Akhirnya saya setuju dan mulai riset soal sejarah kota Depok untuk menemukan ikon apa yang bisa dituangkan dalam kain batik," jelasnya.

Harga selembar kain batik Depok ukuran 2 meter x 1,5 meter cukup beragam. Untuk batik cap di banderol mulai Rp 200.000 sampai Rp 250.000 per lembar. Sedangkan untuk batik tulis harganya mulai Rp 350.000 sampai Rp 12 juta per lembar. Dari bisnis batik dan kerajinan yang dia rintis sejak tiga tahun lalu itu, kini Ratna bisa mengantongi omzet Rp 80 juta - Rp 120 juta per bulan.

Tak hanya menyasar pasar domestik, Ratna menyebut batik asal kota penyangga Jakarta ini sudah melalang buana ke mancanegara. Tercatat pembeli batik Depok ini ada yang dari Eropa dan Asia. Khusus, untuk Asia, Ratna bilang dia pernah menggelar pameran pameran di Malaysia, India, dan Singapura.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

Tag
TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0711 || diagnostic_web = 0.4475

Close [X]
×