kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Berkat goresan batik Depok, Ratna Septiana Wulandari sukses jadi jutawan


Minggu, 10 Februari 2019 / 14:57 WIB

Berkat goresan batik Depok, Ratna Septiana Wulandari sukses jadi jutawan
ILUSTRASI. Ratna Septiana Wulandari

Keputusan Ratna untuk keluar dari zona nyaman dan membuat karya sendiri sesuai dengan passion dan panggilan hati tidaklah mudah. Inilah yang dirasakan oleh Ratna Septiana Wulandari pemilik Ratna Batik and Craft asal Depok, Jawa Barat saat mengawali langkahnya sebagai perajin batik.

Apalagi bidang kerajinan yang ia tekuni tersebut tidaklah populer di masyarakat seperti sekarang. Kerajinan batik kerap kali dianggap sudah jadul oleh sebagian masyarakat. terutama bagi kalangan anak muda.

Sebelum memutuskan menjadi perajin batik, Ratna pernah bekerja sebagai akuntan spesialis perpajakan di salah satu perusahaan Jepang yang berkantor di Jakarta. "Setelah saya menikah, saya resign dari pekerjaan tersebut karena sempat keguguran. Padahal kalau dipikir lagi, gaji saya cukup besar waktu itu," kenangnya.

Demi keluarga, Ratna rela meninggalkan pekerjaannya tersebut. Lalu, ia meminta izin kepada suaminya untuk membuka usaha.

Setelah mendapat restu, Ratna langsung mengawali usahanya terlebih dahulu sebagai perias pengantin, tidak langsung sebagai perajin batik. Dari hasil merias itu, ia mengumpulkan modal untuk memulai usaha terjun di usaha membatik.

"Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin membatik karena memang saya dari dulu suka dengan batik. Dari hasil merias itulah saya kumpulkan dan mendapat tambahan modal juga dari suami. Waktu itu modalnya kira-kira sekitar Rp 30 juta," tuturnya.

Ratna menggunakan modal tersebut untuk membeli peralatan membatik seperti canting, anglo, wajan, malam, dan cap batik dengan beberapa motif. Ratna mengatakan alat cap dengan beberapa motif adalah yang paling menguras modalnya.

Pasalnya, satu buah alat cap batik harganya antara Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta, tergantung motif, ukuran, dan bahan cap. "Saya pesan alat cap langsung dari perajin yang ada Solo. Karena saya cari di sini tidak ada, jadi memang harus pesan dari sana," kata Ratna.

Ia mengaku belajar membatik secara autodidak. Dengan ketekunan dan latihan terus - menerus membuat tangan Ratna luwes saat menggoreskan canting ke kain. Tak hanya mempersiapkan modal alat dan keahlian, ia juga gencar mempromosikan tiap lembar hasil tangannya, baik itu kain batik biasa maupun batik Depok.

Tiga tahun belakangan, ia malah gencar mempopulerkan batik Depok di kalangan penggemar batik dan masyarakat luas. Baginya, hasil kerajinan yang bagus tidak bisa terlihat kalau tidak didukung dengan program pemasaran yang gencar.

Untuk itulah, ia kerap mempromosikan diri untuk bisa mengenalkan batik ala Depok. Salah satunya dengan mengikuti berbagai macam pameran yang ada.

Tapi Ratna tidak sekadar ikut pameran saja, di setiap pameran yang ia ikuti ia kerap melakukan demo membatik. "Stand kami punya daya tarik tersendiri," katanya.

Ke depan, Ratna berencana untuk menciptakan lebih banyak lagi motif batik Depok agar masyarakat Indonesia lebih mengenal kota Depok. Ia berharap, lewat batik, dirinya dan beberapa perajin batik di Depok bisa mengangkat nama kota Depok. "Semoga lewat aneka motif batik yang saya ciptakan ini, masyarakat makin tertarik untuk mengunjungi Depok," tuturnya.

Selain itu, Ratna juga bertekad mengembangkan kreasi Batik Depok tidak hanya sekadar mode, tapi juga aksesorinya. Bahkan saat ini, ia sudah memfasilitasi pelanggannya dengan konsep one stop shopping. Pelanggan yang membeli kain Batik Depok di tempatnya bisa langsung dijahit sesuai model yang diinginkan. "Kalau beli batik di saya, bisa langsung dijahit juga, nanti tinggal nambah ongkos jahit," jelasnya.

Lantas sisa kain yang dijahit bisa dibuat aksesori. Bisa dompet kecil, kalung, tergantung permintaan.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

Tag
TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0445 || diagnostic_web = 0.3088

Close [X]
×