Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Berkat Nodeflux, CCTV makin bernilai

Minggu, 18 November 2018 / 07:55 WIB

Berkat Nodeflux, CCTV makin bernilai

KONTAN.CO.ID - Jangan meremehkan kamera pemantau atau CCTV. Dengan bantuan teknologi, perangkat tersebut bisa menjadi petugas keamanan yang canggih. Bantuan teknologi inilah yang coba Nodeflux tawarkan. Dan sudah mendapat respon positif.  

Setidaknya, teknologi Nodeflux sudah dipakai di ajang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia belum lama berselang di Nusa Dua Bali oleh Kepolisian RI. Lewat teknologi pengenalan wajah (face regocnition), Nodeflux memanfaatkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk memantau para peserta di sana.

Tak cuma itu, start up ini juga memanfaatkan data pelat mobil dari Kepolisian Indonesia untuk melihat kendaraan yang keluar masuk di kawasan pertemuan tersebut. Itu semua bisa terjadi karena Nodeflux memanfaatkan intellegent video analytics (IVA).

Sepertinya, gagasan Faris Rahman dan Meidy Firtranto membesut Nodeflux tepat. Saat awal memulai usaha ini dua tahun lalu, kedua jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut memang sudah kepincut dengan dunia bisnis. Tapi, "Kami mulai dari berjualan keripik terlebih dahulu," kata Meidy Firtranto, Chief Executive Officer, Nodeflux kepada KONTAN.

Sayang, usaha camilan tidak berkembang. Hingga pada akhirnya, kedua orang itu mendapat proyek pengolahan big data. Dus, dari situlah mereka mulai mencari tahu soal perkembangan teknologi big data. Apalagi potensi pasar pengolahan big data di Indonesia masih terbuka lebar. Lantaran Indonesia masih tahap awal di bidang teknologi tersebut.

Memang tidak mudah untuk terjun di bisnis pengolahan data gemuk. Awalnya, mereka kesulitan untuk menembus pasar karena masih belum banyak perusahaan lokal yang paham soal memanfaatkan dari big data tersebut. "Sebelum kami masuk ke IVA, kami menawarkan big data analytic platform," tuturnya.

Adapun perbedaannya adalah analisa big data lebih menyasar ke analisis data secara keseluruhan. Sedangkan yang saat ini Nodeflux lakoni adalah menganalisis video yang tersaji.

Nah, saat data tersaji dalam bentuk video, barulah banyak  orang yang tertarik. Melihat gejala tersebut, ia lantas memutuskan beralih ke IVA. Bedanya, adalah, kini start up ini mengkhususkan diri untuk bisa mengoptimalkan layanan keamanan ketimbang dulunya yang kerap menganalisa berbagai data.

Setelah memfokuskan diri menjadi penyedia layanan keamanan dari data yang tersaji, Nodeflux pun mulai menggaet para talenta terutama dari kalangan teknologi informasi untuk bisa mengembangkan platform dari perusahaan tersebut.

Fokus di bisnis usaha tersebut mulai mendatangkan hasil. Mulai ada permintaan dari perusahaan menyangkut soal keamanan. Tapi tidak semua tawaran Nodeflux terima.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0584 || diagnostic_web = 0.4177

Close [X]
×