kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Berkat Nodeflux, CCTV makin bernilai


Minggu, 18 November 2018 / 07:55 WIB

Berkat Nodeflux, CCTV makin bernilai

Suatu ketika start up ini pernah mendapat permintaan dari sebuah peternakan untuk memantau dan membedakan mana ayam yang sakit dan mana yang tidak. "Kami agak kesulitan menghentikan imajinasi pasar yang terlalu luas," tukasnya.

Tapi, perusahaan ini tidak putus asa. Ia lantas memberi contoh soal pemanfaatkan kamera pengintai untuk keperluan lalu lintas. Seperti melihat kendaraan yang parkir ilegal, mengukur arus lalu lintas kendaraan secara otomatis, atau  juga bisa menganalisis perilaku konsumen di toko ritel.

Hasilnya, kini teknologi tersebut sudah dipakai Kepolisian Republik Indonesia. Dengan bantuan Nodeflux, aparat Kepolisian bisa memantau arus lalu lintas di berbagai daerah. Seperti di Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Malah, teknologi ini juga sudah dipakai saat perhelatan Asian Games 2018 kemarin.

Teknologi analisa video cerdas tersebut juga bakal Nodeflux terapkan di 13 Kepolisian Daerah (Polda) lainnya. Seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, serta Gorontalo.

Sejatinya, usaha rintisan ini tidak fokus menyasar pasar pemerintahan saja, seperti aparat penegak hukum. Tapi memang awal Nodeflux masuk lewat program smart city milik Pemerintah Provinsi Jakarta yakni Qlue. "Nah, smart city kan urusan penegak hukum," jelasnya.

Selain dari Kepolisian, pihaknya juga menangani proyek sejenis dari perusahaan swasta. Seperti Jasa Marga, Gojek, Telkom Pins dan Warung Pintar. Untuk sementara pihaknya baru memfokuskan layanan di Jakarta terlebih dahulu.

Meidy bilang, untuk Gojek layanan yang diminta adalah mendeteksi persebaran mitra Gojek di jalanan. Sedangkan Telkom Pins meminta di layanan absensi. Adapun Jasa Marga meminta untuk memonitor rest area di jalan tol milik perusahaan itu.

Alhasil, pendapatan perusahaan inipun makin berkembang. Bila tahun lalu perusahaan ini meraup omzet Rp 10 miliar, maka tahun ini ditargetkan bisa mencapai Rp 30 miliar. "Bahkan bisa lebih tinggi lagi," ujarnya.

Rupanya, pihaknya saat ini tengah melakukan tahap negosiasi untuk dua proyek lainnya. Satu proyek kecil dengan nilai sekitar Rp 300 juta dan satu lagi proyek besar bernilai miliaran rupiah. Sayangnya, ia tidak menyebutnya secara spesifik dari proyek tersebut.

Yang jelas, dalam satu tahun ini, perusahaan tersebut sudah mendapatkan enam proyek. Rinciannya dua proyek kategori besar dan empat proyek kecil. Adapun tahun lalu, jumlah proyek yang digarap perusahaan tersebut cuma  tiga proyek saja.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Johana K.

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0030 || diagnostic_api_kanan = 0.4135 || diagnostic_web = 1.9620

Close [X]
×