kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Bermitra dengan Pertamina, aksesoris kawat tembaga Nio EL mendunia


Selasa, 25 Agustus 2020 / 22:08 WIB
Bermitra dengan Pertamina, aksesoris kawat tembaga Nio EL mendunia
Koleksi aksesori kaum hawa buatan Nio EL.

Reporter: Cipta Wahyana | Editor: Cipta Wahyana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kawat tembaga, lazimnya, dipakai dalam pembuatan peralatan listrik. Namun, di tangan kreatif Ester dan Lidya, bahan ini bisa berubah menjadi akesoris yang cantik dan bernilai tinggi. Salah satu mitra binaan PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan ini memproduksi aneka aksesoris untuk kaum hawa, mulai dari cincin, gelang, bros, hingga kalung dengan bentuk dan motif yang elegan.

Kreativitas dan kerja keras dua sahabat ini mendatangkan banyak peluang. Pada 2019 lalu, Nio EL, nama usaha mereka, terpilih dan mendapat pembiayaan dari PT Pertamina (Persero) untuk mengikuti pameran di Aljazair, Afrika Utara. Omset dari pameran itu cukup besar, yakni sebesar Rp 50 juta. “Sambutan warga lokal terhadap produk kita cukup baik. Bahkan, ada pembeli yang sampai bolak-balik tiga kali membeli produk kita untuk dijual lagi di tokonya,” kenang Lidya seperti disampaikan kepada tim Program Kemitraan Pertamina.

Sedikit kilas balik, Ester dan Lidya mempunyai kisah panjang sebelum memutuskan menekuni usaha yang menggiurkan ini. Mereka berdua bersahabat cukup lama. Kesamaan hobi, yakni membuat aksesoris untuk kaum hawa, menjadi perekat pertemanan mereka. Berbekal hobi itu pula, keduanya kompak bergabung ke dalam komunitas kerajinan kawat lilit tembaga. “Tahun 2001, kami bergabung ke dalam komunitas tersebut,” ujar Lidya.

Baca Juga: Pertamina SMEXPO 2020, ajang virtual bagi Erwin merajut mimpi dari usaha masker kain

Ajang saling berbagai (sharing) antar anggota komunitas menjadi wahana belajar Ester dan Lidya. Misalnya, mereka memperoleh kesempatan untuk bertukar pikiran mengenai tips dan trik menghasilkan kerajinan kawat tembaga yang bagus. 

Menulis buku

Setelah melalui masa belajar selama lima tahun, tepatnya tahun 2006, keduanya mulai memberanikan diri membuat wire jewelry. Hasilnya, sebenarnya, cukup memuaskan. Namun, waktu itu, Ester dan Lidya memilih untuk tidak menjual kerajinan tersebut. “Karya yang kami buat tidak dijual, melainkan kami tuangkan dalam sebuah karya buku,” imbuh Lidya.

Setelah proses panjang, akhirnya, pada tahun 2008, sepasang sahabat ini berhasil menerbitkan buku pertama. Buku itu diberi judul 99 Teknik Dasar sampai Mahir Membuat Aksesoris dari Kawat Tembaga. Lewat buku ini, Ester dan Lidya mengaku ingin membagikan ilmu yang mereka dapat terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia usaha secara langsung.

Buku pertama itu cukup laris. Buktinya, mereka menulis hingga seri keempat. Dari hasil penjualan buku, akhirnya, mengumpulkan modal untuk memulai usaha mereka sendiri, yakni menjual hasil kerajinan kawat tembaga. Nio EL mereka pilih sebagai nama usaha. Nio diambil dari bahasa China yang mengandung makna perempuan, sedangkan EL merupakan inisial mereka: Ester dan Lidya.




TERBARU

[X]
×