kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Besut aneka produk kreatif dari kardus


Minggu, 24 Juni 2018 / 09:05 WIB

Besut aneka produk kreatif dari kardus

Ide kreatif lainnya juga digagas oleh Arief Susanto asal Surabaya. Merintis merek Dus Duis Duk sejak 2013 lalu, kini, bisnis kreasi kardus yang dirintis lulusan Institut Sepuluh November (ITS), Surabaya ini makin berkembang.  

Cikal bakal dari usaha ini ketika Arief mengikuti pekan kreativitas mahasiswa (PKM) di kampusnya. Ia pun mengusung pemanfaatan material kardus untuk produk ramah lingkungan. Ia melihat banyak produk ramah lingkungan termasuk dari kardus.

Ternyata kardus  bisa diolah menjadi produk dekorasi seperti tempat duduk. Inilah yang menjadi cikal bakal nama brand Dus Duk Duk.

Dus Duk Duk tidak hanya memproduksi dekorasi namun juga home produk untuk interior rumah. Tim Dus Duk Duk juga kerap memodifikasi berbagai produk dari material lain ke produk olahan kardus.
Arief menjelaskan di luar negeri olahan kardus digunakan untuk pembuatan perahu, rumah, kebutuhan arsitektur. Ini lah peluang usaha yang dilihat oleh Dus Duk Duk.

Ia sendiri mengembangkan ide pembuatan produk kreatif kardus tersebut secara otodidak. Lantaran semua tim nya suka mendapat tantangan dari konsumen. "Tantangan unik tersebut kami terima selama masih menggunakan material kardus. Karena kardus sebenarnya bagus tapi masyarakat hanya tahu cuma kemasan tempat mie instan dan air mineral," ujar Arief yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Dus Duk Duk kepada KONTAN.

Dus Duk Duk memproduksi dua jenis produk. Pertama, produk yang diproduksi secara masal. Proses produksi pun terhitung cepat. Ambil contoh untuk kursi kardus dapat diproduksi 10 unit per hari. Kedua, produk custom desain sesuai permintaan proyek dari konsumen. Harganya tergantung banyak material yang digunakan serta tingkat kesulitan desain. "Custom desain biasanya harganya mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta. Rata-rata pengerjaan selama dua minggu. Oleh sebab itu, sepanjang 2017, omzet kami mencapai miliaran rupiah," kata Arief.

Arief mengaku setiap bulan Dus Duk Duk mampu mengolah hampir sebanyak 500 lembar kardus berukuran 120 cm x 240 cm. Proyek bulanan kebanyakan datang dari Bandung, Jakarta dan Bogor. Pada tahun 2019, Dus Dus Duk berencana untuk membuka workshop di sekitar Jakarta.

Pada tahun 2018 ini, Arief mengatakan Dus Duk Duk berencana menjajaki berbagai pasar seperti Sumatera. Sedangkan untuk omzet di tahun ini, Dus Duk Duk menargetkan dapat meraup dua kali lipat dari omzet tahun 2017.

Semakin sadarnya masyarakat akan nilai dari produk olahan kardus, membuat Arief dan tim semakin percaya diri bahwa bisnis yang ia kembangkan bisa bersaing dan dapat bertahan. "Tak hanya bernilai ramah lingkungan, tapi juga bernilai bisnis yang dapat berkembang," tegasnya.

Dus Duk Duk sendiri secara masif memasarkan produknya melalui media sosial @dusdukduk dan website dusdukduk.com.  Industri kreatif ini juga gemar mengikuti pameran berkelas di Jakarta. Tak sampai di situ, Dus Duk Duk juga menggandeng berbagai pelaku industri kreatif lainnya untuk melakukan kolaborasi.


Reporter: Elisabeth Adventa, Maizal Walfajri, Nur Pehatul Janna, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.1854

Close [X]
×