kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Besut aneka produk kreatif dari kardus


Minggu, 24 Juni 2018 / 09:05 WIB

Besut aneka produk kreatif dari kardus

Proses produksi yang cukup rumit

Menjalankan bisnis kreatif berbahan kardus pasti memiliki banyak tantangan. Apalagi jika pesanan dibuat sesuai dengan permintaan pelanggan (custom).

Meski begitu, Sanjaya Arifin, pemilik Bumi Bumi Kardus asal Depok, Jawa Barat bilang pelanggannya bebas menentukan model, bentuk serta konsep dari dekorasi atau suvenir berbahan kardus yang diinginkan.

Nah, ia biasanya menerima konsultasi dan diskusi konsep dekorasi dari pelanggan lewat chat Whatsapp (WA), email maupun telepon. Hal itulah yang kadang menjadi kendala pria kelahiran 1980 dalam memenuhi keinginan pelanggan. "Jadi saya harus benar-benar paham konsep yang diinginkan pelanggan. Semua harus clear," katanya.

Untuk sumber bahan baku, Sanjaya bekerjasama dengan sejumlah distributor kardus di sekitar Jakarta dan Bekasi. Awalnya ia memang menggunakan bahan kardus bekas, namun seiring bertambahnya pesanan dan permintaan pelanggan, Sanjaya memutuskan menggunakan bahan kardus baru.

Bahan kardus yang digunakan tidak bisa sembarangan. Tingkat ketebalan dan daya tahan kardus harus sama. Jika memakai kardus bekas, kualitas dan ketebalan beda.

Lain cerita dengan Arief Susanto, CEO Dus Duk Duk yang memulai proses produksi olahan kardus dari pembuatan desain yang dibuat oleh internal Dus Duk Duk ataupun dari konsumen. Lalu ia membuat desain secara digital dalam bentuk tiga dimensi. Kemudian file atau desain yang sudah disetujui masuk ke mesin pemotongan. "Terakhir perakitan dan finishing seperti pengecatan atau diberi stiker,” jelas Arief.

Guna memenuhi bahan baku kardus, Dus Duk Duk memasok dari industri kecil pengolah daur ulang kardus di Surabaya. Namun pada awal berdiri, workshop Dus Duk Duk sempat melakukan pembelian kardus bekas ke pengepul.

Saat ini, Dus Duk Duk tengah menjajaki kerjasama dengan industri pengolahan daur ulang kardus di sekitar Jakarta. Selain itu, tim internal Dus Duk Duk juga terus diperbanyak. Saat ini, operasional kantor dikelola oleh tujuh orang, hingga akhir tahun ditargetkan bisa menjadi 12 orang.

Sedangkan Eko Srilaksono, pemilik SI Kambi asal Malang, Jawa Timur menggunakan material kardus bekas dan kardus baru yang dibelinya dari pasar di sekitar Malang, sebagai bahan baku.  "Tidak semua kardus bekas bisa kami gunakan karena kondisinya banyak yang tidak layak," jelasnya.

Ia mengaku kerap kesulitan mengontrol proses pengerjaan di luar workshop. Lantaran ia kerap mempekerjakan beberapa orang di kampung untuk membantu proses produksi. Bila model rumit, Eko harus rajin berkunjung untuk memastikan proses pemasangan struktur tidak salah. Kalau salah, bakal sulit untuk memperbaiki. 


Reporter: Elisabeth Adventa, Maizal Walfajri, Nur Pehatul Janna, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.



Close [X]
×