kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45788,56   1,37   0.17%
  • EMAS1.011.000 -0,10%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Bisnis capcin sudah kurang manis


Minggu, 21 Mei 2017 / 16:55 WIB
Bisnis capcin sudah kurang manis

Reporter: Danielisa Putriadita, Nisa Dwiresya Putri, Tri Sulistiowati | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Usaha minuman cappucinno cincau (capcin) sempat kondang sekitar tiga tahun. Buktinya, minuman ini sangat mudah ditemui mulai dari pinggiran jalan sampai di pusat-pusat perbelanjaan. Larisnya produk, membuat para pemainnya gencar menawarkan kerjasama kemitraan. Tawaran kerjasama ini pun mendapat sambutan baik dari para investor.

Sayangnya, sekarang bisnis ini sudah tidak semoncer dulu. Lantaran pasarnya mulai jenuh, jumlah mitra yang bergabung pun tidak sebanyak sebelumnya. Bahkan, ada pemilik yang memutuskan untuk menutup usaha dan membesut bisnis lain.

Untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan sektor ini, KONTAN akan mengulas tiga usaha kemitraan cappucinno cincau, yaitu Batavia Cappucino Cincau, Twin Cappucinno Cincau, dan Cappucinno Cincau Djava.

Seperti apa perkembangan usahanya, berikut ulasannya.

Twinn Cappucino Cincau

Didirikan di Sidoarjo, Jawa Timur pada awal tahun 2016, Twin Cappucino Cincau urung berkembang. Usaha ini pun tidak lagi dimitrakan. Kini, Yudi Evan, sang pemilik fokus mengembangkan merek usaha baru. Ketatnya persaingan menjadi kendala utama yang menghambat perkembangan bisnis capcin miliknya.

Diwawancarai KONTAN setahun yang lalu, jumlah mitra usahanya kala itu ada 3 gerai. Yudi mengaku, jumlah mitra usahanya sempat bertambah. “Kami sempat nambah mitra sampai 6 gerai,” tutur Yudi saat dihubungi KONTAN belum lama ini.

Namun, kian hari persaingan bisnis ini semakin ketat. Selain disebabkan jumlah pelaku usaha yang terus bertambah, produknya pun mudah ditiru. Karena itu, Yudi bilang mitranya jarang melakukan repeat order ke gerai pusat. “Kami pun jadi sulit mengontrol mitra,” tutur Yudi.

Merasa usaha kemitraannya tidak berjalan efektif, Yudi kini tidak lagi menawarkan kemitraan. Ia juga mendirikan brand produk minuman baru. “Kami baru mulai jualan awal bulan Mei ini, dan belum buka kemitraan,” tutur Yudi.

Merek baru yang dibangun Yudi ini masih menawarkan menu cappucino. Namun, ia juga menyediakan menu-menu baru seperti minuman rasa buah hingga red velvet. “Saat ini usahanya masih dikelola dari rumah di Sidoarjo,” jelas Yudi.

Sebelumnya Twin Cappucino Cincau menawarkan kemitraan dengan investasi senilai Rp 2 juta dan Rp 2,5 juta. Kemitraan berlangsung seumur hidup selama mitra menggunakan merek Twin Cappucino Cincau dan membeli bubuk bahan baku capcin ke pusat.

Twin Cappucino Cincau menyediakan lima varian rasa, seperti Cappucino original, mochacino, vanilla latte, choco green dan oreo Cappucino. Aneka minuman capcin ini dihargai Rp 5.000 per gelas. Yudi menargetkan, mitra bisa menjual 100 gelas per hari. Sehingga, omzet yang didapat sekitar Rp 500.000 per hari atau Rp 15 juta per bulan.

Setelah dikurangi biaya bahan baku, gaji pegawai, sewa tempat, dan biaya operasional lainnya, mitra masih bisa mengantongi laba bersih 50%-60% dari omzet per bulan. Dari situ balik modalnya sekitar dua bulan hingga tiga bulan.

Cappucinno Cincau Djava

Pelaku usaha cappuccino cincau lainnya adalah Zulkifli Rahmat yang mengusung merek dagang Capuccino Cincau Djava di Jawa Timur. Merintis usaha tahun 2013, perkembangan mitra Capuccino Cincau Djava tidak signifikan. Namun demikian, sampai saat ini, penjualan masih tetap berjalan.

Saat KONTAN mengulas kemitraan ini pada Januari 2015, Capuccino Cincau Djava memiliki 126 mitra dan tiga gerai pusat. Nah selang setahun lebih, mitra Capuccino Cincau Djava hanya bertambah dua mitra, sehingga total mitra ada 128 gerai. Sementara gerai milik pusat jumlahnya masih tiga gerai. “Mitra baru tambah dua, karena saingan sekarang banyak,” kata Zulkifli kepada KONTAN, Jumat (19/20).

Zulkifli tidak mengubah harga paket invesasi Capuccino Cincau Djava. Ada tiga jenis paket investasi yang ditawarkan, yakni paket hemat, paket bebas, dan paket gerobak. Paket hemat dibanderol dengan harga Rp 2 juta. Mitra akan mendapatkan semua perlengkapan jualan dan bahan baku untuk 50 gelas.

Lalu paket bebas senilai Rp 3,5 juta, dengan paket ini mitra akan mendapat tambahan booth dan bahan baku untuk 350 gelas. Adapun untuk paket termahal dibanderol dengan harga Rp 5 juta. Mitra akan mendapat gerobak dorong dengan perlengkapan jualan yang lengkap dan bahan baku untuk 500 gelas.

Sistem kemitraan Capuccino Cincau Djava mewajibkan mitra untuk membeli bahan baku bubuk dari pusat. Terjadi kenaikan harga untuk bahan baku bubuk. Bila pada 2015 harga bubuk dijual Rp 60.000 per kilogram (kg) kini harganya naik menjadi Rp 65.000 per kg. Meski harga bahan baku naik, Zulkifli tidak menaikkan harga jual. Satu gelas Capuccino Cincau Djava masih dijual Rp 5.000.

Capuccino Cincau Djava memiliki 15 varian rasa, seperti original cappuccino, cokelat, moccacino, vanilla djava, c-mint, durian, stroberi, taro, bubble gum, anggur, alpukat, dan lain-lain. Zulkifli mengatakan, rasa durian, stroberi, dan alpukat merupakan tiga varian rasa terbaru.

Meski mitra tidak bertambah banyak, Zulkifli masih optimistis pasar cappuccino cincau berkembang. “Saingan saja sekarang yang banyak,  bisnis kami sih masih berjalan,” kata Zulkifli yang sekarang mulai membuka usaha baru, yakni sosis jumbo dan milkshake. Hingga akhir tahun Zulkifli menargetkan akan menambah 50 mitra.

Batavia Cappucino Cincau

Berbeda dengan pelaku usaha lainnya, bisnis Batavia Cappucino Cincau masih berkembang cukup pesat. Usaha besutan Riza Vansyuri ini masih berhasil menjaring mitra baru dalam jumlah cukup banyak. Penjualan pun meningkat dari tahun ke tahun.

Saat diwawancarai KONTAN pada 2015 lalu, Batavia Cappucino Cincau sudah memiliki 22 gerai mitra. Nah, sekarang sudah ada sekitar 50 gerai mitra Batavia Cappucino Cincau yang menjual minuman siap saji. "Itu beberapa pakai merek mereka sendiri, tetapi tetap peralatan dan bahan baku dari kami," tutur Riza.

Disamping itu, Riza saat ini mengaku lebih fokus mengembangkan distributor dan keagenan. Saat ini, sudah ada 30 agen Batavia Cappucino Cincau yang tersebar di seluruh Indonesia. Produknya pun kini semakin beragam. Selain minuman cappucino cincau, Riza juga menyediakan bubuk minuman bubble lainnya.

"Penjualan kami meningkat dari tahun ke tahun, porsinya hampir sama besar baik minuman cappucino cincau maupun minuman lain," ujar Riza. Menurutnya, dalam satu bulan, distributor Batavia Cappucino Cincau bisa menjual 500 kilogram hingga 1 ton bubuk minuman.

Tidak mengalami kendala berarti, Batavia Cappucino Cincau masih menawarkan kemitraan. Paket investasi yang disediakan berkisar Rp 4,5 juta hingga Rp 6,5 juta. "Kami memang fokus untuk distributor dan keagenan, tapi juga bisa untuk buka gerai minuman," tutur Riza.

Riza menargetkan, mitra bisa menjual 50 gelas per hari. Jika tercapai, omzet yang bisa diraup mitra mencapai Rp 250.000 hingga Rp 500.000 per hari atau Rp 7,5 juta sebulan. Setelah dikurangi biaya bahan baku, sewa tempat, dan gaji pegawai, laba bersih yang didapat sekitar 40%. Dari situ, mitra bisa balik modal sekitar dua hingga tiga bulan.


Tag

TERBARU

[X]
×