kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45811,59   9,89   1.23%
  • EMAS1.054.000 0,57%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Bisnis hewan kurban makin ramai melalui jalur digital


Sabtu, 25 Juli 2020 / 09:30 WIB
Bisnis hewan kurban makin ramai melalui jalur digital

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus korona baru membuat banyak hal berubah, termasuk saat ingin membeli hewan kurban. Apalagi, Hari Raya Idul Adha tinggal satu minggu lagi. 

Kini, pembelian hewan kurban tak melulu dengan melihat langsung dan melakukan transaksi di tempat penjualan. Mulai marak pembelian hewan kurban secara online. 
Dan, salah satu aplikasi yang mendapat berkah adalah Ternaknesia. Dalu N. Kirom, Chief Executive Officer Ternaknesia, mengatakan, meski ada pandemi Covid-19, justru tidak mengurangi niat pembeli hewan kurban. Bahkan, permintaannya melonjak. 

“Alhamdulillah, permintaan kami meningkat meski di tengah pandemi, sekitar dua kali lipat dibandingkan dengan sebelum pandemi,” katanya ke KONTAN.

Baca Juga: Ternaknesia catat kenaikan permintaan hewan qurban hampir dua kali lipat

Hasil ini tidak terlepas dari upaya Ternaknesia yang gencar melakukan promosi hewan kurban di platformnya. Terlebih, hingga kini tercatat ada 150 peternak yang berasal dari 130 kota di Indonesia yang bergabung di layanan khusus hewan kurban Ternaknesia, yakni Smart Qurban.

Baca Juga: Penjualan hewan kurban di Jatim sudah online dan cashless, hasilnya laris manis

Lewat fitur ini, pembeli hewan kurban tinggal memilih kota domisili saja untuk membeli hewan kurban dan ada layanan antar hingga ke rumah. Jadi, jika peternak yang berdomisili di Bogor ada pembeli di kota itu, Ternakesia langsung mengarahkannya. 

Di Ternaknesia, ada beberapa hewan kurban yang tersedia, mulai harga Rp 1,65 juta untuk domba betina sampai Rp 1,9 juta untuk domba jantan. Lalu, harga kambing paling mahal Rp 7 juta. Sedang untuk sapi mulai Rp 12,5 juta per ekor. 

Dalu berharap, pandemi Covid-19 tak mematahkan rencana ekspansi Ternaknesia ke Jawa Timur pada 2020. Bahkan, ia juga optimistis, Ternaknesia bisa tumbuh hingga 20% di tahun ini. 

Tak mau ketinggalan, marketplace Tokopedia juga menyediakan pembelian hewan kurban. Untuk proses pemeliharaan, pemotongan, hingga penyaluran hewan kurban, Tokopedia sudah bekerjasama dengan sembilan lembaga pengelola hewan kurban, yakni Baznas, Dompet Dhuafa, Eco Qurban, PKPU Human Initiative, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Lembaga Amil Zakat Nasional Al Azhar, NU Care-Lazisnu, Rumah Zakat, dan Qurban Nusantara. 

“Seluruh pengelola kurban yang bermitra dengan Tokopedia telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama dan menerapkan standar layanan pemeliharaan kurban yang baik,” ujar Garri Juanda, Head of Tokopedia Salam, kepada KONTAN, Jumat (24/7), tanpa memerinci transaksi penjualan hewan kurban di marketplace tersebut.

Hasil yang manis juga peternak sapi di Jawa Timur rasakan. Misalnya, peternakan sapi Sumber Jaya milik H, Juri. Dalam keterangan tertulis, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, dari 220 sapi kurban, yang sudah terjual, sebanyak 145 ekor di antaranya lewat penjualan via online.



TERBARU

[X]
×