kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bisnis jasa pembersih mulai membidik pasar baru setelah banjir permintaan


Sabtu, 18 Januari 2020 / 13:15 WIB
Bisnis jasa pembersih mulai membidik pasar baru setelah banjir permintaan

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banjir yang terjadi di awal tahun ini di sekitar Jobodetabek membawa berkah tersendiri bagi usaha jasa layanan pembersih rumah tangga. Order yang datang bisa berlipat ganda dibandingkan dengan hari biasa.

Banjir order dialami Pay Clean. Usaha rintisan ini ketiban pulung di awal tahun ini. Maklum, start up yang  berbasis di Lampung ini pada awal 2018, sudah ekspansi ke wilayah Tangerang Selatan seperti Karawaci dan Legok sejak 12 Desember 2019. 
 
"Pasca banjir kemarin, order sudah full booking semua," kata Muhammad Romzon Rois, Direktur Bisnis Pay Clean kepada KONTAN. 
 
Malah insiden banjir ini juga membuat Pay Clean sampai harus membuka layanan dadakan baru, yaitu cuci interior mobil. "Ini sebagai imbas mobil yang terendam banjir," tambahnya.
 
Adapun layanan Pay Clean sendiri meliputi jasa pembersih perabot rumah tangga, kaca gedung, interior, mobil, sepatu, tas, koper, kolam renang, dan lainnya. Ragam layanan ini dikerjakan oleh 18 pekerja dengan tarif layanan mulai dari Rp 30.000 sampai Rp 1 juta per layanan jasa pembersih.
 
Dengan ragam layanan tersebut, ia tengah merekam jumlah permintaan yang datang terus tumbuh. Dua tahun belakangan ini Pay Clean telah menyelesaikan permintaan dari 5.300 pelanggan. 
 
Ia pun berharap di 2020 ini, permintaan bersih-bersih bakal terus tinggi hingga mencapai 10.000 pelanggan di akhir tahun ini. Untuk itu ia akan memperluas areal layanan ke beberapa kota yang potensial. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali dan Balikpapan.
 
Salah satu opsinya adalah dengan membuka tawaran kemitraan membuka kantor kecil perwakilan Pay Clean dengan nilai investasi sebesar Rp 500 juta. Kalau mitra bisnis bisa mendapatkan jumlah pelanggan sesuai proyeksi ditargetkan bisa balik modal dalam waktu satu tahun saja.
 
Pelaku usaha lainnya adalah Call Clean yang ikut mendapat berkah dari bencana banjir. Usaha ini mengklaim dapat kenaikan order dua kali lipat sampai tiga kali lipat dari hari biasa. Adapun dalam sebulan, usaha rintisan yang beroperasi tahun lalu ini bisa menerima hingga 150 order.
 
Layanan utama yang menjadi ciri khas Call Clean adalah membersihkan debu dan tungau dengan pembersih debu jenis hydro vacuum.  "Layanan ini untuk membantu ibu rumah tangga," kata Felixius Pranata, pemilik Call  Clean kepada KONTAN sambil menyebut layanannya sudah menjangkau wilayah Jabodetabek dan Bali.
 
Ia optimistis bisnis yang dilakoninya bakal terus berkembang. Untuk itu ia berencana untuk membuka cabang di Bandung dan Surabaya sekaligus menjadi pemasok alat pembersih debu.  Harapannya dalam satu bulan ia bisa mendapat sekitar 300 order.                   




TERBARU

Close [X]
×