Reporter: Noverius Laoli | Editor: Tri Adi
Budidaya bibit jeruk keprok tidak terlalu rumit. Butuh kira-kira setahun bibit harus disemai sebelum penanaman. Setelah berusia dua tahun, jeruk keprok baru bisa berbuah. Jeruk keprok disukai petani bukan hanya rasanya yang manis, tetapi juga harganya yang lebih mahal dari jeruk lain. Purworejo, Jawa Tengah memang terkenal sebagai daerah penghasil bibit jeruk keprok. Petani dari berbagai daerah membeli bibit keprok di sana. Tak pelak, daerah itu sekarang menjadi sentra bibit jeruk keprok.
Padahal, sebetulnya, tak terlalu rumit membudidayakan bibit jeruk ini. Kita hanya membutuhkan suhu udara 25 derajat celsius sampai 30 derajat celsius dengan ketinggian tanah 650 meter di atas permukaan laut.
Eko Marwanto, pembudidaya yang juga penjual bibit jeruk keprok berbendera CV Mitra Bibit di Karangduwur Purworejo mengatakan, biji jeruk disemai di atas lahan gembur yang tidak terkena sinar matahari. Tak perlu lahan luas untuk menyemai biji jeruk itu. Cukup lahan seluas 9 meter persegi untuk menyemai ribuan biji jeruk.
Jangan lupa melakukan penyiraman rutin sehari dua kali saban pagi dan sore. "Penyemaian ini membutuhkan waktu empat bulan," ujar Eko. Setelah empat bulan, bibit jeruk mulai tumbuh dengan tinggi sekitar 10 sentimeter (cm).
Setelah itu, pindahkan ke lahan yang lebih luas atau ke polybag selama empat bulan ke depan. Pemupukan dengan NPK sudah bisa dilakukan selama proses pembibitan ini, tapi jangan berlebihan. Biasanya bibit sudah mulai tumbuh dengan tinggi 30 cm - 40 cm setelah berumur delapan bulan.
Setelah delapan bulan, baru dilakukan okulasi alias penempelan batang, dengan batang jeruk keprok dewasa. "Jadi sebetulnya, jeruk ini asal mulanya memang dari benih jeruk unggulan. Nama jeruk keprok diberikan karena dilakukan penempelan batang jeruk keprok," katanya. Pada usia setahun, bibit jeruk keprok siap dijual.
Nah, proses budidaya jeruk keprok juga tak sulit. Menurut Eko, menanam pohon jeruk keprok sebaiknya di lahan yang mengandung bahan organik tinggi, dan bersih dari gangguan hama tanaman. "Lubang untuk menanam pohon jeruk keprok sebaiknya digali tiga minggu sebelum bibit ditanam," ungkapnya.
Suroyo Edi Saputro, pembibit jeruk keprok di Purworejo, menambahkan bahwa supaya tanaman tidak stres jangan lupa menggunakan pupuk buatan (NPK) berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium untuk mempercepat pertumbuhan dan membuat rasa buah manis. "Oh ya, jangan sekali-sekali menyatukan bibit usia setahun dengan pohon berusia tujuh tahun, nanti akan mati," anjurnya.
Tris Ning, pemilik TRISN_333, penjual jeruk keprok asal Malang bilang, harga jeruk keprok memang tergolong mahal dibandingkan dengan harga jeruk jenis lain. Selain lebih manis dan ukurannya juga lebih besar. Saat ini harga jeruk keprok dari petani Rp 10.000 per kilogram (kg). Namun, Tris menjual jeruk itu ke pasaran Rp 12.000 per kg.
(Selesai)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









