kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bisnis kue kering merekah jelang Lebaran (1)


Rabu, 14 Juni 2017 / 14:14 WIB
Bisnis kue kering merekah jelang Lebaran (1)


Reporter: Nisa Dwiresya Putri, Tri Sulistiowati | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Camilan favorit yang selalu keluar saat Hari Raya Idul Fitri tiba adalah kue kering. Beberapa orang mencoba membuat sendiri, tapi ada pula yang tidak sempat karena kesibukan. Tentunya ini menjadi peluang bagi produsen kue kering.

Tak heran jika menjelang Lebaran tiba, para produsen kue kering kebanjiran pesanan. Nurjannah, pemilik kue kering Barikly mengaku, permintaan kue kering tahun ini lebih ramai dari Lebaran tahun lalu.

“Mungkin karena ekonomi kita kemarin agak buruk ya, jadi lebih sedikit permintaannya,” tutur Nurjannah. Sejak masih duduk di bangku sekolah, Nurjannah sudah membuat kue kering. Namun, ia baru resmi memasarkan kue kering di Jakarta dengan merek Barikly pada tahun 2005. Hingga kini ia konsisten menjual kue kering secara online maupun lewat agen dan reseller.

Kue kering Barikly dijual dengan harga Rp 100.000 per kemasan setengah kilogram (kg) atau Rp 50.000 per kemasan seperempat kg. Nurjannah bilang, tidak ada kenaikan harga di tokonya saat bulan Ramadan dan Lebaran. Pada hari biasa, Nurjannah bisa menjual 300 kg kue kering setiap bulan.

“Kalau Ramadan ini, hampir di semua jenis kue yang kami pasarkan, permintaanya naik. Total kenaikan penjualan bisa 200%,” ujar Nurjannah. Di hari ke-19 Ramadan ini, kenaikan penjualan kue kering Barikly sudah mencapai 100% atau setara dua kali lipat permintaan di hari biasa.

Penjual kue lainnya yang juga kebanjiran pesanan adalah Liche Lidiawati, pemilik merek Yorya. Dia mengaku, setiap tahunnya permintaan selalu meningkat. "Untuk saat ini produksi saya target naik sekitar 10%," katanya pada KONTAN, Selasa (13/6).

Bahkan, untuk memenuhi permintaan dari luar kota Jakarta, dia sudah melakukan stok sejak dua bulan lalu. Sedangkan, puncak penjualan sekitar satu atau dua minggu sebelum Lebaran.

Saat ini, kue kering yang siap dijual ada 23 macam, beberapa diantaranya adalah kastengel, nastar, coklat stik, ovomaltin, dan lidah kucing. Dia mengaku, kue klasik seperti kue keju masih menjadi andalan karena banyak dicari konsumen.

Harga jual kue sendiri mengalami kenaikan dari tahun lalu karena tingginya harga bahan baku. Liche menaikkan harga jual produksinya dari Rp 80.000 menjadi Rp 85.000 per 500 gram.

Sekedar informasi, Liche sudah menekuni bisnis ini sejak tahun 1995. Sampai sekarang dia dibantu 120 orang karyawan, produksinya pun masih dilakukan di rumahnya yang berada di daerah Curug Raya, Jakarta Timur.

Untuk penjualannya, dia banyak menggunakan agen-agen yang tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia. Meski pun sudah cukup terkenal, hingga saat ini dia masih banyak melakukan promosi melalui media sosial di internet untuk meningkatkan merek usaha.

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×