kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Bisnis minuman es kopi susu makin semarak


Senin, 17 Juli 2017 / 19:00 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Markus Sumartomjon

Bisnis minuman kopi tidak pernah berhenti. Bahkan, seiring perkembangan waktu, pelaku usaha kian inovatif. Seperti menambah variasi rasa di kopi, salah satunya dengan susu dan menjadi kopi susu.  

Salah satu pemain adalah Sagaleh yang ada di Gandaria Jakarta Selatan. Menurut Adji Dimas Ramayanda, salah satu pemilik Sagaleh, ketertarikan berbisnis es kopi lantaran kesukaan menyeruput kopi di berbagai kedai kopi di Jakarta.  "Sebelumnya usaha rumah makan padang di Blok M. Tapi, kami memutuskan usaha kopi karena setiap hari minum kopi dan sekeluarga suka kopi," ujar Dimas kepada KONTAN (16/7).

Meski baru buka April lalu, kedai Sagaleh kerap ramai oleh pengunjung. Maklum, harga es kopi susu di kedai tersebut ramah di kantong sekitar Rp 15.000 per gelas.
Kebanyakan para pembeli adalah pegawai kantor dan eksekutif muda berusia 27 tahun sampai 40 tahun yang ada di sekitar Sudirman, Kuningan serta Thamrin.Dalam sehari, Dimas bisa menjual 500 gelas es kopi susu.

Selain kemasan dengan tulisan merek Sagaleh, Dimas mengaku diuntungkan adanya selebgram dari beberapa artis  yang mempromosikan Sagaleh seperti Abenk Alter, Alodita, Tanya Larasati, dan yang lainya.

Melihat respon pasar yang positif, Dimas berencana membuka kedai Sagaleh kedua yang ada di Sambas, Jakarta Selatan pertengahan Agustus nanti.
Pelaku usaha es kopi susu lain adalah Sella Juliani selaku pendiri Bersahaja. Menurut Sella munculnya pelaku usaha es kopi yang lain memang jadi ide untuk membangun kedai es kopi susu. "Sebelumnya buka gerai ABCD di Pasar Santa tahun 2014. Tapi sekolah Barista ABCD pindah ke Menteng. Dan yang jual es kopi di gerai Bersahaja," tutur Sella ke KONTAN.

Menurut Sella, dalam menjajakan es kopi susu cukup sederhana ketimbang menu kopi lain yang perlu ada tambahan krim dan lapisan yang lainnya.
Ia sendiri membanderol es kopi susunya dengan harga Rp 20.000 per gelas. Produk ini sendiri bisa dijumpai di gerai Roti Eneng yang ada di Gandaria. Dalam sehari, bisa terjual 100 gelas.

Berbeda dengan Dimas,  Sella justru ingin susunya bisa bersaing dengan yang lain, caranya dengan menyediakan berbagai jenis kopi khas tanah air. "Kadang suka dibandingkan dengan es kopi susu lain," tuturnya.

Akhir tahun ini, Sella berencana menjual es kopinya di kedai yang lain selain lewat instagram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×