kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Bisnis roti bakar mulai mendingin

Sabtu, 22 Desember 2018 / 07:00 WIB

Bisnis roti bakar mulai mendingin

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Roti bakar sudah menjadi makanan yang tidak asing bagi lidah orang kebanyakan. Menu ini pun tidak hanya dinikmati di pagi dan malam hari, tapi juga di sore hari sebagai teman minum teh atau kopi.

Meski bukan tergolong usaha kuliner populer, sektor bisnis ini masih berkembang. Bahkan, belakangan usaha roti bakar kembali menghangat seiring banyaknya pemain baru yang mengusung konsep kekinian.

Tampilan barunya berhasil menarik perhatian konsumen. Alhasil, tidak sedikit kedai roti bakar yang dipenuhi pelanggan.

Dianggap potensial dan termasuk bisnis yang tidak mati dimakan jaman, para pemilik usaha mulai mengembangkan usahanya dengan sistem kemitraan. Tujuannya, untuk mempercepat pembukaan cabang baru di berbagai kota.

Sayang, usaha keras mereka tidak selalu berbuah manis. Pasalnya, tidak sedikit usaha pemilik merek yang jalan ditempat, bahkan harus rela menutup usahanya. Alasannya beragam, mulai dari sulitnya mengatur manajemen karyawan, bahan baku, hingga tidak mampu bersaing lantaran gagal melakukan inovasi produk.

Untuk mengetahui lebih lanjut, kali ini KONTAN akan mengulas kembali tiga pemain roti bakar yang menawarkan kemitraan yaitu Roti Bakar Nusantara, Roti Bakar 88, dan Roti Bakar WW.  

Roti Bakar Nusantara

Pelaku usaha kemitraan roti bakar ini adalah Fahri Nugroho asal Yogyakarta. Ia merintis bisnis Roti Bakar Nusantara sejak tahun 2012 lalu.

Saat diulas KONTAN pada Agustus 2017 lalu, gerai Roti Bakar Nusantara sudah berjumlah sekitar 20 gerai yang tersebar di Yogyakarta, Purworejo, dan Kebumen.

Fahri mengatakan sejak awal 2018, ada 20 mitra baru yang bergabung. Sehingga total gerai Roti Bakar Nusantara saat ini sudah mencapai 40 gerai. "Tiga gerai milik saya sendiri dan selebihnya milik mitra. Lalu ada sekitar 10 gerai milik mitra yang sudah tidak aktif," katanya.

Menurut Fahri, jika dilihat dari potensi, sebenarnya potensi pasarnya masih luas dan menjanjikan. Maka dari itu, ia optimistis mematok proyeksi keuntungan Roti Bakar Nusantara tahun ini bisa meningkat sampai 100% dari keuntungan tahun lalu. Meski begitu, Fahri mengakui jika pada saat sekarang ini investasi bisnis roti bakar semakin melambat.

Salah satu faktor, kata Fahri,  adalah soal kendala dalam distribusi peralatan dan bahan baku ke mitra. Ia tak menampik jika dari pihak pemasok peralatan seperti gerobak dan bahan baku kadang mengalami keterlambatan sampai ke tangan mitra.

Imbasnya, mitra harus menunggu cukup lama untuk membuka gerai maupun menerima bahan baku. "Ada pemasok yang memang kadang telat membuat gerobak dan distribusi bahan bakunya," jelasnya.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya Fahri membuat keputusan mencari pemasok lainnya sebagai cadangan.  Tujuannya, supaya tidak terlalu tergantung terhadap satu pemasok saja. Alhasil, saat ini, ia sudah mempunyai beberapa pemasok di sejumlah daerah. "Jadi pasokan bahan baku dan peralatan menjadi aman," tuturnya.

Sedangkan dari nilai investasi kemitraan yang  Roti Bakar Nusantara tawarkan belum berubah dari awal. Tengok saja, ada paket gerobak senilai Rp 5,3 juta dan paket super hemat sebesar Rp 3,3 juta saja.

Perbedaan kedua paket tersebut terletak pada fasilitas bahan gerobak dan jumlah peralatan yang didapat mitra.  Kalau di paket gerobak, mitra akan mendapatkan gerobak dengan bahan baku kayu eksklusif, maka di paket super hemat menggunakan booth portable.

Kemitraan Roti Bakar Nusantara sendiri tidak menetapkan biaya royalti bulanan. Mitra hanya perlu membeli bahan baku, terutama roti, dari pusat.

Mitra yang baru bergabung diperkirakan masih bisa mengantongi omzet sekitar Rp 7 juta–Rp 8 juta per bulan. Sedangkan mitra yang sudah lama bergabung biasanya bisa lebih dari Rp 8 juta per bulan karena sudah punya pelanggan setia.

Untuk inovasi menu, Fahri mengatakan Roti Bakar Nusantara mengeluarkan menu dengan beberapa topping baru tahun ini, yakni choco crunchy oreo, red velvet, beef special, sosis dan abon. Harga jualnya sekitar Rp 12.000 – Rp 15.000 per satu porsi.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1370 || diagnostic_web = 0.5252

Close [X]
×