kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bisnis sewa sepeda motor via aplikasi makin seksi


Jumat, 22 November 2019 / 17:05 WIB
Bisnis sewa sepeda motor via aplikasi makin seksi
ILUSTRASI. Local Rental Indonesia - aplikasi pemesanan sewa penyewaan kendaran mobil motor asal yogyakarta

Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Tak bisa dipungkiri, laju pertumbuhan kendaraan di tanah air tak berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur jalan. Dampaknya, kemacetan kerap terjadi, terutama di jalan-jalan kota besar. Tak pelak, sepeda motor menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat untuk mengarungi kemacetan jalan.

Kondisi ini menjadi peluang yang dengan jeli ditangkap oleh para pelaku bisnis persewaan sepeda motor. Dus, di era digital ini, semakin banyak bermunculan perusahaan rintisan atau startup yang menyediakan jasa layanan sewa sepeda motor berbasis aplikasi. Bukan hanya para pelajar, mahasiswa dan pekerja, perusahaan aplikator rental sepeda motor itu juga membidik pasar wisatawan.

Faktor jumlah wisman

Jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia memang terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia meningkat terus sejak Juni 2019. Pada bulan Juni 2019, kunjungan wisman mencapai 1,45 juta, melonjak 15,48% dibanding bulan sebelumnya.

Lalu, pada Juli 2019, kunjungan wisman kembali meningkat 2,04% menjadi 1,48 juta kunjungan. Dan pada bulan berikutnya, Agustus 2019, kunjungan wisman mencapai 1,56 juta, meningkat 4,83% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Secara tahunan, per Agustus lalu kunjungan wisman naik 2,94% dibanding Agustus 2018 yang sebanyak 1,5 juta kunjungan.

Nah, bagi kebanyakan wisatawan, menyewa sepeda motor menjadi pilihan menyusuri berbagai destinasi. Selain lebih irit, mobilitas sepeda motor juga lebih lincah dan efektif. Kondisi ini membuat peluang bisnis sewa sepeda motor menjadi terbuka lebar, kata Rizky Diansyah, Chief Executive Officer Bananaz.co.

Berikut ini beberapa perusahaan startup penyedia jasa layanan sepeda motor.

Bananaz.co

Jika Anda sedang berlibur di Bali dan membutuhkan kendaraan roda dua, tak perlu repot pergi ke diler untuk membeli sepeda motor baru. Melalui aplikasi bernama Bananaz.co, Anda bisa menyewa sepeda motor sepuasnya. Ya, Babanaz.co, merupakan aplikasi penyewaan sepeda motor online pertama yang beroperasi di Bali sejak Agustus 2019.

Bananaz.co didirikan oleh Rizky Diansyah, yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), serta beberapa investor domestik dan luar negeri. Salah satunya investor asal Korea Selatan bernama Hwy Jin Kim. Karena itu, nama bendera usaha Bananaz agak berbau negeri ginseng, yakni PT Bananaz Seong Gong Nusantara.

Rizky menjelaskan, ada sejumlah alasan perusahaannya meluncurkan aplikasi penyewaan sepeda motor di Bali. Diantaranya, saat ini tingkat kunjungan wisata di Pulau Dewata terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini, papar Rizky, merupakan peluang bisnis, yakni dengan memberi kemudahan layanan transportasi bagi wisatawan yang di Bali.

Kendati usia Bananaz masih seumur jagung, aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 500 kali. Untuk sementara aplikasi Bananaz.co baru tersedia di Playstore dan masih tahap review dan persetujuan untuk bisa meluncur di Apps Store. Tingkat okupansi atau penyewaan sepeda motor di Bananaz baru sekitar 70% per bulan, kata Rizky.

Menurut Rizky, sekitar 80% konsumen Bananaz adalah wisatawan mancanegara, dan sisanya dari domestik dengan rentang usia 21-35 tahun. Kami memang fokus membidik wisatawan asing yang berada di Bali atau merencanakan perjalanan ke Bali. Sebab, jika wisatawan domestik, biasanya mereka sudah prepare dengan kendaraan pribadi, imbuh Rizky.

Nah, bagi Anda yang ingin menyewa kuda besi lewat aplikasi Bananaz, ada dua tipe sepeda motor yang bisa dipilih, yakni Yamaha Lexy dan Honda Scoopy. Untuk Yamaha Lexi, Bananaz memasang tarif Rp 125.000 per hari, dan Honda Scoopy dengan tarif sewa Rp 110.000 per hari. Ada sekitar 50 unit sepeda motor yang disediakan Bananaz untuk disewakan.

Rizky mengklaim, ada sejumlah keunggulan yang ditawarkan Bananaz bagi penyewa sepeda motornya. Di antaranya, Bananaz menyediakan layanan reservasi online dengan konfirmasi langsung dan gratis pengiriman dan pengambilan motor di tempat penginapan wisatawan. Jadi, Anda tidak perlu repot dalam pengambilan dan pengembalian motor.

Setiap unit sepeda motor yang disewa juga dilengkapi dengan dua helm. Yang tak kalah menarik, kata Rizky, Bananaz juga menyediakan perlengkapan perjalanan lainnya seperti rak selancar, box motor, charger portabel, pocket Wifi, e-money dan lotion anti nyamuk.

Bananaz juga menerapkan sistem pembayaran online yang diklaim dilengkapi teknologi yang aman. Untuk sewa satu unit sepeda motor, penyewa bisa melakukan pembayaran lewat tranfer bank, GoPay, dan PayPal. Ke depan, Bananaz akan memberlakukan sistem pembayaran dengan kartu kredit.

Untuk mendongkrak okupansi, papar Rizky, pada Desember mendatang pihaknya juga akan menggandeng mitra vendor lokal. Saat ini sudah ada beberapa mitra vendor yang bersedia bergabung dengan Bananaz. Namun, Rizky belum mau menyebut jumlah unit sepeda motor milik vendor yang akan bergabung. Intinya, untuk high season tahun ini, kami sudah siap menyediakan tambahan unit, ujar Rizky.

Local rental

Perusahaan rintisan ini berdiri sejak awal 2017 di Sleman, Yogyakarta. Pendirinya adalah Arief Firmansyah yang menjabat sebagai CEO perusahaan. Saat ini Local rental menyediakan sekitar 50 unit motor dengan berbagai tipe dan merek. Di antaranya, Honda Beat, Yamaha Mio, dan Yamaha NMAX.

Tarif sewa sepeda motor di Local rental ditentukan berdasarkan tipe dan tahun produksi unit. Menurut Arief, untuk unit yang diproduksi di bawah tahun 2017, pihaknya memberlakukan tarif Rp 50.000-Rp 60.000 per hari (24 jam). Sedangkan untuk unit yang diproduksi di atas tahun 2017, tarifnya berkisar Rp 70.000-Rp 120.000 per hari.

Berbeda dengan Bananaz, Local rental sudah menggandeng mitra vendor untuk menyediakan unit sewa sepeda motor. Saat ini ada sekitar lima mitra vendor yang semuanya berasal dari Yogyakarta. Karena itu, dari setiap transaksi sewa satu unit sepeda motor, Local rental mengutip management fee 10%. Sisanya untuk mitra.

Menurut Arief, dengan memanfaatkan jaringan media sosial, Local rental saat ini sudah bisa menghasilkan 250 order per bulannya. Dari catatan Arief, sudah ada lebih dari 2.000 pengguna aktif aplikasi Local rental. Hanya saja, saat ini aplikasi Local rental sedang dihentikan sementara waktu untuk pengembangan fitur layanan.

Jadi, untuk sementara waktu, Local rental menyediakan booking order sewa sepeda motor lewat jalur konvensional, yakni via telepon dan WhatsApp perusahaan. Untuk jalur konvensional, kata Arief, booking order dari konsumen bisa mencapai 100 unit per bulan.

Arief berharap, pengembangan fitur dan layanan aplikasi bisa rampung akhir tahun ini. Jika aplikasi Local rental sudah beroperasi kembali, Arief menargetkan bisa menjaring 30 mitra vendor sewa motor. Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mencari mitra strategis yang bisa diajak kerjasama untuk pengembangan Local rental.

Ada strategi menarik yang dijalankan Arief untuk mengantisipasi kejahatan curanmor alias pencurian kendaraan bermotor milik Local rental. Selain memvalidasi data kependudukan seperti KTP si calon penyewa, akun jejaring sosial (Facebook, Twitter dan Instagram) si calon konsumen juga harus terkoneksi dengan Local rental.

Dengan strategi tersebut, papar Arief, pihaknya belum pernah mengalami kehilangan unit sepeda motor yang disewa konsumen. Ke depannya, kami akan menerapkan verifikasi identitas user. Jadi, bisa dilihat seberapa sering pihak user menyewa sepeda motor ke kami. Dari situ kami bisa menilai layak atau tidaknya mereka bisa menyewa unit, ujar Arief.

Oke rental

Oke rental termasuk pemain lawas di bisnis jasa layanan sewa sepeda motor. Oke rental sudah berdiri sejak tahun 2009 di Bandung, Jawa Barat. Pendirinya adalah Husni Mubarok, yang saat ini menjabat sebagai CEO perusahaan.

Menurut Husni, saat ini Oke rental menyediakan sekitar 90 unit sepeda motor yang disewakan kepada konsumen. Oke rental menyediakan berbagai tipe sepeda motor yang bisa disewa konsumen. Di antaranya, Honda Revo, Honda Supra, Honda Beat, Honda Scoopy, Honda Vario, Honda PCX, Yamaha Mio, Yamaha NMAX, Yamaha Vixion, dan Suzuki Nex.

Tarifnya bervariasi dari Rp 55.000-Rp 140.000 per hari. Untuk tarif termurah adalah unit Honda Revo dan Supra. Sedangkan unit sewa termahal Honda PCX. Tarif tersebut sudah termasuk garansi mesin selama di perjalanan dan helm dua buah.

Namun, tarif itu belum termasuk jasa antar dan ambil unit. Untuk layanan antar dan ambil, Oke rental mengenakan tarif Rp 20.000. Namun, tidak semua area di Bandung bisa mendapatkan layanan jasa antar dan ambil unit sepeda motor.

Layanan antar hanya di sekitar kawasan Pasteur, Pasirkaliki, Sukajadi, Bandara Husein Sastranegara, Cihampelas, dan Stasiun Bandung. Layanan antar dan ambil hanya dari jam 7.30 sampai jam 18.30 WIB atau pada jam kerja. Di luar jam kerja, antar-ambil unit, langsung ke kantor kami, kata Husin.

Sayangnya, Husni tak menyebutkan jumlah user dan okupansi sewa sepeda motor di Oke rental. Yang jelas, kata dia, untuk Sabtu dan Minggu rata-rata semua motor fully booked.


Tag


TERBARU

×