kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45750,00   -10,32   -1.36%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Bisnis wedding organizer kini tinggal untuk akad nikah saja


Sabtu, 18 April 2020 / 09:35 WIB
Bisnis wedding organizer kini tinggal untuk akad nikah saja

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pandemi virus korona atau Covid-19 sudah memukul banyak pebisnis, termasuk penyelenggara pernikahan atawa wedding organizer. Sebab, banyak pemerintah daerah, baik yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun tidak, melarang  resepsi pernikahan yang menjadi lahan bisnis wedding organizer. Maklum, resepsi perkawinan mengundang banyak orang.

Situasi ini membuat klien dari Arka Wedding Organizer yang berada di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, menunda semua resepsi pernikahan yang seharusnya berlangsung pada Maret lalu dan April ini. "Klien pindah tanggal semua dan menumpuk di bulan tertentu karena wabah korona," ungkap Muhammad Arif, pemilik Arka Wedding Organizer kepada KONTAN, Kamis (16/4).

Baca Juga: Berkat start up jasa perkawinan, tak perlu repot mengurus momen bersejarah

Walhasil, kegiatan usaha Arka Wedding Organizer pun sepi. Arif terpaksa merumahkan sementara para karyawannya sebanyak 25 orang.  "Para karyawan tidak ada yang di PHK, hanya dirumahkan sementara," katanya yang sudah menggeluti bisni ini sejak 2016 silam.

Baca Juga: Semerbak wangi usaha dekorasi pernikahan

Imbasnya, roda bisnis dari Arka Wedding Organizer pun jadi tersendat. Biasanya, dalam sebulan Arif sanggup mengantongi pendapatan mencapai Rp 60 juta yang setara dengan 14 klien. 

Tapi saat ini, situasinya berubah hampir seratus delapan puluh derajat lantaran ia cuma sanggup mengantongi pendapatan Rp 8 juta saja. Pendapatan tersebut berasal dari acara akad nikah yang memang masih boleh berlangsung meski tanpa keramaian. Jumlahnya juga jauh berkurang, tinggal dua acara akad nikah saja per bulan.

Dalam menggelar akad nikah tersebut, Arif tentu tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Yakni, membatasi jumlah tamu yang datang di acara akad nikah dan menerapkan jaga jarak fisik. Ia juga menyiapkan wastafel untuk mencuci tangan serta hand sanitizer.

Nasib serupa juga Adnan Maulana, pemilik Vindice Bridge, alami. Masalahnya, dia baru saja menggulirkan bisnis wedding organizer pada awal tahun ini. Sebelumnya, Adnan cuma membuka jasa foto dan video pernikahan yang sudah ia lakukan sejak 2014.

Padahal, usaha tersebut terbilang positif, walau baru berjalan tiga bulan. Buktinya, sudah ada beberapa klien yang masuk. Dan, sebelum wabah korona merebak di negeri ini, rata-rata Adnan bisa mendapatkan dua sampai empat klien per bulan. Dari situ, itu bisa mendekap laba bersih Rp 30 juta-Rp 70 juta sebulan.

Saat ini, situasinya langsung terbalik. Semua klien yang siap menggelar pernikahan di bulan-bulan ini langsung memutuskan untuk menunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.  Ia sendiri memberi toleransi penundaan jadwal pernikahan sampai tahun depan.

Adnan menyebutkan, semua kliennya memilih untuk menunda. "Jadi omzet pasti turun," katanya yang juga merumahkan sementara enam karyawannya.              



TERBARU

[X]
×