kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.043
  • EMAS656.000 -0,23%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Brew master si penjaga kualitas bir

Sabtu, 31 Oktober 2015 / 11:05 WIB

Brew master si penjaga kualitas bir

Minum bir sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Ketika berkumpul bersama kawan ataupun anggota keluarga, minuman berwarna emas berbuih itu akan melengkapi kebersamaan.Minuman ini memiliki aroma yang khas dan kuat. Bukan hanya aroma, rasa dan warnanya juga cukup mudah dikenali.

Nah, orang yang bertanggung jawab untuk menjaga kualitas bir supaya memiliki profil yang sama adalah brew master. Dengan memanfaatkan indera yang dimilikinya, brew master akan mengukur kualitas bir yang diproduksi oleh suatu pabrik.

Komang Satria (36), adalah salah satu brew master yang dimiliki PT Multi Bintang Indonesia. Hanya dengan mencicipi, mencium aroma dan melihat warna saja, Komang bisa tahu kualitas suatu bir.

Ia adalah satu dari sedikit orang yang berprofesi sebagai brew master di Indonesia. Karena memang tak banyak produsen bir di sini maka brew master bisa dikatakan profesi yang langka. Sudah 10 tahun pria asal Bali ini bekerja di Multi Bintang sebagai peracik bir. "Brew master itu profesi yang terkait dengan art dan science," ujar Komang.

Untuk menjadi brew master yang andal, yang dibutuhkan tidak hanya feeling dan insting dari indra semata. Pengecap juga harus memahami proses pembuatan bir secara ilmiah. Bir merupakan minuman yang berbahan dasar biji-bijian. Kemudian diolah sedemikian rupa, hingga karbohidrat yang terkandung di dalamnya berubah menjadi gula, sebelum difermentasi.

 

Belajar jarak jauh
Pria lulusan teknik kimia ini bercerita, proses menjadi seorang brew master bisa dibilang gampang-gampang sulit. Namun, asal memiliki ketertarikan dan mau belajar siapa pun bisa menjadi brew master.

Komang sendiri membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk bisa menyabet gelar brew master. Selain mendapatkan pelatihan dari senior, membaca referensi merupakan hal yang wajib dilakukan calon brew master.

Untuk menyempurnakan kemampuannya, Komang belajar di program pendidikan setara D3 yang digelar The Institute of Brewing & Distilling (IBD), Inggris. Proses belajar di IBD berlangsung melalui hubungan jarak jauh, dari pemberian materi hingga ujian.

Belajar di kampus luar negeri terpaksa ia lakukan, meskipun biayanya jelas tidak murah. Saat ini, memang tidak ada kampus yang mengajarkan cara menjadi brew master di Indonesia.

Di Eropa, brew master terbilang profesi yang sudah sangat berkembang. Maklumlah, industri bir di Eropa sudah sangat maju sehingga banyak orang yang bekerja sebagai brew master.

Komang sadar, pengetahuan tentang bir di dunia ini terus berkembang. Untuk menambah wawasannya, Komang pun aktif mengikuti kegiatan di berbagai komunitas brew master.

Ia melihat, saat ini sudah banyak orang yang tertarik meracik bir. Kebanyakan dari mereka merupakan home brewing, alias tidak bekerja di pabrik berskala besar.    


Reporter: Asep Munazat Zatnika
Editor: Tri Adi

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0510 || diagnostic_web = 0.4304

Close [X]
×