kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,11   -24,03   -2.49%
  • EMAS929.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Buka lapangan kerja, perempuan ini berhenti jadi dosen demi jualan arem-arem mie


Rabu, 24 November 2021 / 15:39 WIB
Buka lapangan kerja, perempuan ini berhenti jadi dosen demi jualan arem-arem mie
ILUSTRASI. Arem-arem mie.

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi COVID-19 mungkin telah menjadi bencana bagi banyak orang. Namun, tidak bagi Tini Ismiyani, seorang dosen Universitas Indonesia (UI). Tini justru menjadikan pandemi COVID-19 untuk membuka peluang membangun usaha kuliner yang telah lama menjadi mimpinya. Bahkan harus mundur dari pekerjaannya sebagai dosen.

Meski sudah mengabdi 12 tahun sebagai dosen dengan penghasilan dan fasilitas yang baik di UI, tidak menyurutkan langkah Tini untuk resign dari kampus tercintanya. Dia memilih membangun usaha kuliner arem-arem mie untuk bisa memberikan manfaat lebih besar bagi banyak orang.

Alasan mengundurkan diri dari kampus ternama karena ingin memulai usaha di rumah melestarikan resep kuliner tradisional milik ibu mertuanya, yakni arem-arem mie atau lontong mie, salah satu jenis kuliner yang mulai langka. Selain memiliki hobi masak, Tini dan suami memiliki cita-cita yang cukup tinggi karena ingin membuka lapangan pekerjaan kepada banyak orang sehingga manfaatnya dapat terasa lebih luas.

“Menjadi dosen merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai tenaga pendidik. Sedangkan menjadi pengusaha juga bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk membuka lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian banyak orang," kata Tini.

Baca Juga: Modalku salurkan pendanaan kepada 4.000 merchant Shopee

“Jangan takut bermimpi, berani mencoba dan terus belajar. Jangan takut dengan kegagalan, karena kegagalan dan jatuh itu adalah cara terbaik untuk kita bisa melompat lebih tinggi,” tambahnya.

Tini kini menjadi owner Arem Arem Mie Aremie Hj. Rully yang berlokasi di jalan Kelapa Dua Raya No. 36, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Sebelumnya, Tini berkarier 12 tahun sebagai dosen di UI. Ibu empat anak ini memutuskan resign pada 2020 di tengah hantaman pandemi. 

Sebuah keputusan yang sangat berani untuk mundur dari dosen dan banting setir menjadi pengusaha kuliner arem-arem mie. "Saat di rumah itu banyak waktu lebih, selain sambil mengurus anak, saya pun berpikir waktu luang ini harus dimanfaatkan. Akhirnya, sesuai hobi saya, saya mencoba masak," sebutnya.

"Lalu saya berpikir kira-kira masak apa bisa dijual dan dinikmati banyak orang. Kemudian saya memiliki ide untuk melanjutkan resep ibu yakni arem-arem mie. Kemudian saya coba terus belajar. Saya jual ke tetangga dan teman-teman dekat, ternyata responnya bagus," tuturnya.

Dia mengisahkan, pukul 02.00 pagi, di saat orang masih tidur nyenyak, dia sudah berjibaku di dapur untuk membuat arem-arem mie. Sekadar informasi, arem-arem mie merupakan makanan sejenis lontong yang terbuat dari bahan dasar mie, bukan dari nasi. Proses pembuatan arem-arem mie memakan waktu hingga 4-5 jam. 

Baca Juga: Yuk ikuti pameran Jobs.id, ada ratusan peluang karir

"Resep ibu ini kami kembangkan. Ibu dulu hanya berjualan ke tetangga dan ibu-ibu pengajian. Padahal, cita-cita ibu dulu ingin punya usaha kuliner besar, tapi belum bisa ibu wujudkan. Maka sekarang bisa kami wujudkan," tuturnya.

Tini bercerita, pada awalnya yang mengerjakan hanya dia seorang. Dia pun dibantu sang suami untuk memasarkannya. Seiring perjalanan waktu, pesanannya makin banyak. Hingga akhirnya mereka memutuskan membuka gerai di rumah dibantu beberapa adiknya.

Hanya dalam waktu setahun, Aremie Hj. Rully miliknya kini telah memiliki 5 gerai dan memperkerjakan 15 orang karyawan serta mampu memproduksi hingga 9.000 butir arem-arem mie setiap bulannya. Selain di Depok, juga terdapat di Stasiun MRT Lebak Bulus, Kemang, Kemanggisan, dan Kelapa Gading.

Selanjutnya: WHO peringatkan 700.000 lebih kematian akibat COVID-19 di Eropa pada bulan Maret 2022




TERBARU

[X]
×