kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Cara eksis perajin rotan di Grogol agar terus bertahan (bagian 1)


Sabtu, 27 Juli 2019 / 13:20 WIB

Cara eksis perajin rotan di Grogol agar terus bertahan (bagian 1)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu sentra penjualan rotan yang legendaris di ibukota ada di areal Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Grogol, Jakarta Barat. Tepatnya di Jalan Semeru. Di situlah terdapat 22 kios yang menjajakan produk dan kerajinan dari rotan.

Uniknya, seluruh penjaja kios tersebut berasal dari satu daerah, yakni Desa Tegalwangi, Weru, Cirebon, Jawa Barat. Jadi kalau ingin belanja rotan, tak perlu jauh hingga Cirebon tapi cukup di sekitar Grogol saja.


Sentra penjualan rotan tersebut sudah ada sejak 1984. Sebelumnya, area penjualan ini berada di Jalan S Parman, Slipi. Para pedagang binaan tersebut dipindah ke lokasi saat ini karena saat itu ada pengerjaan jalan layang. "Sampai sekarang ada 22 kios karena lahan terbatas," kata Tusam, salah satu pedagang rotan yang sudah berkiprah sejak sentra itu berdiri kepada KONTAN.

Para penjual yang berdagang di sana sebagian besar sudah generasi pertama. Kecuali Tusam. "Semuanya sudah dipegang anak-anak, dan saya sendiri yang masih jadi pedagang pertama saat masih di Slipi," tuturnya.

Sedangkan Sutarno, Ketua Komunitas Pedagang Rotan Jalan Semeru merupakan generasi kedua pedagang rotan di sana. Ia meneruskan usaha sang Ayah sejak 1998.

Di sentra tersebut, terdapat beragam produk kerajinan berbahan baku rotan. Ada keranjang, peralatan rumah tangga, tempat tisu, furnitur, ayunan, hiasan rumah, tempat lampu.

Harga kerajinan rotan di sentra tersebut relatif tidak banyak berubah. Mulai dari Rp 25.000 sampai Rp 5 juta.

Produk yang termahal adalah produk furnitur rotan. Seperti satu set meja kursi rotan yang bisa mencapai jutaan rupiah.

"Yang lagi tren saat ini adalah kursi teras, serta dudukan motor juga sedang booming," kata Sutarno kepada KONTAN sambil menyebut harga dudukan motor sekitar Rp 100.000 per buah.

Adapun seluruh produk kerajinan rotan dari pedagang di Jalan Semeru didatangkan dari kampung mereka yakni di Tegalwangi Cirebon. Biasanya para pedagang di tempat ini akan melakukan pencatatan pesanan terlebih dahulu. Baru setelah itu melakukan pemesanan secara bersama-sama maka dilakukan pengiriman barang.

Biasanya seminggu dua kali. Tapi bisa juga dua hari sekali kalau terjadi lonjakan permintaan produk rotan, seperti saat Lebaran, Natal, atau Imlek. "Kalau biasanya omzet Rp 5 juta sehari, saat ramai bisa Rp sampai Rp 50 juta," tutur Sutarno.

Hal tersebut dibenarkan Tusam. Bahkan saat imlek kemarin, ia sempat kewalahan melayani pembelian kursi rotan bulat. "Kala itu saya sampai kehabisan stok, padahal permintaan juga banyak," katanya.

Sayang, ia tidak merinci omzet yang didapat. Yang jelas ia bisa menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi.

(Bersambung)


Reporter: Ratih Waseso
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0004 || diagnostic_web = 0.1658

Close [X]
×