kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Cerita soal porang, tanaman viral yang bikin banyak petani jadi miliarder


Rabu, 05 Februari 2020 / 13:28 WIB
Cerita soal porang, tanaman viral yang bikin banyak petani jadi miliarder
Paidi sementara menjemur porang yang diiris lalu dijual ke pabrik porang yang beroperasi di Jawa Timur.

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tanaman porang tengah jadi perbincangan hangat. Dahulu, tanaman jenis umbi-umbian ini hampir tak dilirik untuk dibudidaya. Bahkan di beberapa daerah, porang sering dianggap sebagai makanan ular. 

Tapi ternyata, umbi dari porang, banyak dicari di pasaran luar negeri seperti Jepang dan Korea. Tepung umbinya dipakai sebagai bahan baku kosmetik dan obat. Di Madiun, semenjak dibudidayakan petani dari tahun 1970-an, porang menjadi komoditas tanaman perkebunan yang menjanjikan bagi petani setempat. 

Harga porang iris kering yang terus melonjak dari tahun ke tahun menjadikan banyak petani yang banting stir menanam porang. 
Dikutip dari Harian Kompas, 7 Mei 2013, Hampir semua hasil umbi porang di Madiun diekspor sebagai bahan baku ramen atau mi tradisional Jepang serta untuk bahan konyaku dan kosmetik. 

Namun, petani di Madiun menjual dalam bentuk umbi basah sehingga harganya rendah, sekitar Rp 2.500 per kilogram (kg). Setiap 1 hektar tanaman porang menghasilkan umbi basah hingga 16 ton, atau mendatangkan penghasilan sekitar Rp 40 juta. 

Pendapatan yang diterima petani lebih besar bila bisa memberikan nilai tambah pada umbi porang. Caranya dengan mengolah jadi chips (irisan tipis) atau tepung. 

Chips porang dihargai hingga Rp 27.000 per kg dan tepung porang dihargai hingga Rp 600.000 per kg. Petani porang di Madiun pun menerima bantuan tiga alat pengolah porang jadi chips dari pemerintah pusat. Beberapa petani bahkan kaya raya berkat tanaman ini. 

Paidi contohnya, petani porang asal Madiun yang sebelumnya berprofesi sebagai pemulung ini jadi miliader berkat porang. Suksesnya tak dibawa sendiri, dia juga mengajak petani-petani di kampung halamannya menanam porang. 




TERBARU

Close [X]
×