Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Cuan membara dari gerobak aneka varian sate

Sabtu, 01 Desember 2018 / 07:45 WIB

Cuan membara dari gerobak aneka varian sate

KONTAN.CO.ID - Siapa yang tak kenal sate ? Makanan khas Indonesia tersebut punya banyak penggemar.

Dulu sate dikenal hanya dibumbui kacang atau kecap, kini ada banyak varian dan modifikasinya. Sebut saja sate taichan yang booming dua tahun terakhir. Lalu, yakitori, sate ala Jepang yang juga banyak digemari.

Aneka sate itu menciptakan peluang usaha sate semakin luas. Inilah yang digarap oleh Sate Corner asal Bekasi, Jawa Barat besutan Okki Indiyanto. "Sate Corner ini inovasi terbaru dari tawaran kemitraan saya. Karena saya lihat varian sate makin banyak, kenapa tidak digabungkan dalam satu gerobak," tutur Okki.  

Ada tiga paket investasi yang ditawarkan Sate Corner, yakni paket Rp 6,5 juta, paket Rp 9,5 juta dan paket Rp 12,5 juta. Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan fasilitas gerobak/booth sesuai paket, peralatan usaha, kompor gas, mini rice cooker, cool box, pelatihan karyawan, resep, bahan baku awal, serta subsidi ongkos kirim untuk mitra di luar Bekasi.

Okki menjelaskan, perbedaan ketiga paket tersebut ada pada ukuran dan bahan gerobak, serta jumlah bahan baku awal dan peralatan operasional. "Paket Rp 6,5 juta dapat gerobak kayu ukuran kecil dan modelnya sederhana. Sedangkan paket Rp 9,5 juta dan Rp 12,5 juta bahan gerobak dari aluminium, ukurannya juga beda, lebih besar" jelasnya.

Sate Corner menawarkan menu sate taichan, sate sapi, sate jepang (yakitori), sate geprek dan sate sosis dalam satu gerobak. Konsumen bebas memilih aneka sate tersebut. Harganya mulai Rp 1.000–Rp 3.000 per tusuk.

Okki bilang, tak ada patokan harga jual untuk mitra. Mitra juga boleh menambah menu sesuai kreatifitasnya. "Harga jual bisa disesuaikan dengan kebutuhan mitra dan kondisi pasar sekitarnya," ujarnya.

Target omzet tiap gerai Sate Corner berkisar Rp 500.000–Rp 800.000 per hari. Maka, dalam satu bulan, gerai mitra dapat mengantongi omzet sekitar Rp 15 juta–Rp 20 juta. Laba bersih yang didapat bisa mencapai 40%. Dengan penghitungan tersebut, mitra diprediksi dapat mencapai balik modal 2 hingga 5 bulan.

"Mitra bisa balik modal lebih cepat karena tidak wajib membeli bahan baku dari pusat. Semua resep kami beri ke mitra. Lagipula kami tidak menarik biaya royalti bulanan juga. Sistem kami adalah beli putus atau istilahnya kemitraan mandiri," pungkas Okki.

Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0023 || diagnostic_api_kanan = 0.0584 || diagnostic_web = 0.4080

Close [X]
×