CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Dapat Suntikan Dana, Bananas Tambah Dark Stores Untuk Percepat Layanan


Sabtu, 12 Maret 2022 / 10:20 WIB
Dapat Suntikan Dana, Bananas Tambah Dark Stores Untuk Percepat Layanan


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama pandemi Covid-19, bisnis startup yang melayani pesanan kebutuhan pokok secara daring tumbuh pesat. Salah satunya Bananas,
e-commerce yang menawarkan kebutuhan pokok yang baru beroperasi 2021.

Untuk membedakan dengan e-commerce yang sudah ada, Bananas mengusung konsep quick commerce. Yakni, bisa mengantarkan pesanan ke konsumen dengan waktu yang singkat. Bananas mengklaim, hanya sekitar 10 menit saja.

Konsep yang berbeda ini langsung membuat para pemodal kepincut. Belum lama ini, Bananas mendapat suntikan pendanaan awal (seed funding) mencapai US$ 1,5 juta.

Perinciannya: US$ 1 juta berasal dari investor yang dipimpin East Ventures dan US$ 500.000 dari Y Combinator. Para pemodal tersebut melihat potensi bisnis quick commerce di Indonesia tahun ini mencapai US$ 170 juta.

Untuk bisa mencicipi potensi bisnis tersebut, Mario Gaw, Pendiri dan Chief Executive Officer Bananas Indonesia, bakal memanfaatkan suntikan dana tersebut untuk pengembangan usaha.

Misalnya, membangun tim manajemen yang solid untuk memastikan kelancaran operasional, seperti memastikan pesanan konsumen Bananas sampai tepat waktu, maksimal 10 menit.

Untuk itu, selain mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, Mario juga akan memperbanyak titik antar produk ke konsumen yang dia beri nama dark stores. "Kami akan membangun dark stores di berbagai lokasi strategis di Jabodetabek," katanya kepada KONTAN, Jumat (11/3).

Nantinya, di masing-masing dark stores akan Bananas lengkapi dengan berbagai produk bahan baku pangan sesuai dengan permintaan terbanyak di daerah itu. Jadi, antara satu dark store dan lainnya bisa berbeda jenis stok barangnya.

Setelah Jabodetabek, Bananas berencana menambah dark stores di beberapa kota lain di Indonesia. Targetnya, 50 dark stores sampai akhir tahun ini.

Strategi lainnya, Bananas berencana memperkuat data. Tujuannya adalah, supaya mereka bisa mengetahui kebutuhan konsumen di masing-masing wilayah, serta bisa memberikan pilihan produk dan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan data yang ada.

Soalnya, Bananas sudah mempunyai 1.000 lebih produk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari sayur mayur dan buah-buahan segar, daging, susu, makanan dan minuman ringan, hingga kebutuhan rumah tangga, seperti obat-obatan, sampo, sabun, dan lain-lain.

Pendiri dan Chief Technology Officer Bananas Kristian Sinaulan menambahkan, rencana ekspansi lain yang segera Bananas lakukan adalah mengembangkan sistem teknologi digital.

Upaya ini sangat penting Bananas kerjakan untuk bisa mengoptimalkan layanan mereka ke konsumen, meski harus menambah produk kebutuhan pokok dan rumahtangga lainnya.         

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×