kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Dari mangkok, motif ayam jago menular ke kain batik


Minggu, 21 Oktober 2018 / 07:00 WIB

Dari mangkok, motif ayam jago menular ke kain batik


Batik motif ayam jago dimodifikasi untuk gaet kaum muda

Motif ayam pada kain batik sejatinya bukan motif baru. Beberapa keluaran batik asal Indramayu dan Jawa Tengah juga menyematkan motif ayam dalam kreasi batiknya. Sebut saja batik tulis Angkin asal Indramayu dan motif batik Sawunggaling yang menggunakan gambar ayam jago dalam lembaran kain batik. 

Dalam batik bermotif ayam jago, Destrina Simanjutak, pemilik Rumah Batik 89 asal Yogyakarta mencoba menerangkan makna filosofis ayam jago. Gambar ayam jago melambangkan seorang pekerja keras dan mau bangun pagi untuk mendapatkan makanannya. Begitu juga dengan mangkuk legendaris bergambar ayam jago yang masih eksis hingga saat ini. 

"Sebenarnya filosofi dari ayam jago sendiri adalah kerja keras. Motif ini cocok untuk mengingatkan kembali semangat kerja. Tapi kalau desain motifnya terlalu jadul, anak-anak muda jadi enggak terlalu suka, makannya dimodifikasi," ujarnya. 

Batik motif ayam yang sedang tren kini memang lebih simpel. Gambar ayam pun tak detil, hanya goresan sederhana yang terlihat menyerupai ayam. 

Menurut Destrina, batik motif ayam jago yang saat ini tengah tren merupakan hasil dari modifikasi motif lama ke motif yang lebih modern. Siapa sangka jika motif ayam yang punya makna cukup dalam itu bisa diterima kalangan anak muda karena modifikasi warna dan bentuknya. "Motif ayam yang konvensional biasanya digambarkan proporsional bentuknya. Badannya yang proporsional dan ekornya yang panjang, jadi kesannya lebih klasik. Lalu warnanya juga sebatas cokelat dan hitam," jelasnya. 

Nah, motif ayam jago yang lebih modern kini memiliki bentuk yang mungkin tidak proporsional, tetapi terkesan lucu dan lebih menarik. Selain itu warna yang digunakan juga lebih beragam seperti warna putih, merah, biru, kuning, merah muda dan oranye. Warna-warna tersebut yang jadi daya tarik anak muda dan membawa kesan lebih muda. 

Senada dengan Destrina, Nine Eleginia, pemilik Batik Eleginia asal Solo juga mengatakan bahwa batik motif ayam ini menyasar kalangan anak muda dan ibu muda. Selain anak muda dan ibu muda, batik motif ayam jago juga cocok untuk anak-anak. 

"Karena bentuknya lucu dan warna-warni, sering sekali ada konsumen saya yang minta dibikinkan kembaran dengan anaknya. Jadi ibu dan anak sama-sama pakai batik motif ayam," katanya. 

Nine mengatakan tak hanya motif ayam yang trennya mulai meningkat. Beberapa motif binatang lain juga mulai dilirik oleh konsumennya. Sebut saja motif burung hantu dan jerapah yang bentuknya dimodifikasi lebih modern juga banyak diburu oleh konsumennya. "Batik sebenarnya bukan soal motif, tapi lebih ke prosesnya. Jadi kalau motif ya harus sekreatif mungkin," tandasnya.


Reporter: Elisabeth Adventa

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0006 || diagnostic_web = 0.1866

Close [X]
×