kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dari Sampah Plastik Bisa Tercipta Produk Bernilai


Sabtu, 09 Mei 2026 / 07:30 WIB
Dari Sampah Plastik Bisa Tercipta Produk Bernilai
Produk Dit Réveille (Dok/Dit Réveille)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permasalahan sampah plastik di Indonesia, seolah menjadi tantangan yang tak kunjung usai. Tapi, di tangan Amanda Prita, limbah yang sulit diurai alami ini justru menjelma menjadi produk furnitur yang bernilai dengan label Dit Réveille.

Prita memulai langkahnya di industri furnitur ramah lingkungan pada 2023. Motivasi terbesarnya muncul dari keresahan masa kecil yang melihat pengelolaan sampah di Tanah Air cenderung stagnan, meskipun edukasi terus digalakkan.

 "Waktu lulus kuliah 2022 di bidang kewirausahaan di Bandung, memang ada ketertarikan untuk lanjut usaha," katanya, yang ingin memberikan solusi nyata terkait sampah, kepada KONTAN belum lama ini.

Tahun pertama, yakni 2023, Prita mengungkapkan, sebagai masa transisi yang fokus pada riset dan pengembangan. Pada periode ini, dia harus memastikan formula produk berbasis sampah, khususnya furnitur, benar-benar kokoh dan memiliki daya saing di pasar. 

Strategi pertumbuhan Dit Réveille baru terlihat hasilnya di 2024. Setelah setahun penuh melakukan pemetaan material dan uji coba mesin, Amanda mulai aktif memasarkan karya-karyanya ke pasar yang lebih luas lewat kanal digital.

Upaya ini membuahkan hasil. Mulai 2025, pertumbuhan bisnisnya melesat. Berdasarkan catatan internalnya, kenaikan pendapatan meningkat hingga dua kali lipat saat bisnisnya mulai mendiversifikasi produk.

Dari yang awalnya mengerjakan furnitur pesanan khusus, Dit Réveille merambah ke merchandise kecil dengan produksi lebih massal. 

Kenaikan signifikan ini juga didorong kemunculan permintaan baru yang tidak disangka sebelumnya, yakni jasa workshop atau pelatihan. Edukasi proses daur ulang sampah ternyata memiliki nilai jual tersendiri, yang menyasar pasar instansi maupun komunitas. 

Secara angka, capaian Dit Réveille terbilang impresif untuk skala industri kecil menengah (IKM) yang baru berumur jagung. Prita menyebutkan, akhir 2025, total pendapatan tahunan bisnisnya telah menembus angka Rp 170 juta. 

Pendapatan bulanan Dit Réveille kini stabil di kisaran Rp 7 juta hingga Rp 11 juta, dengan titik tertinggi mencapai Rp 15 juta pada musim-musim tertentu. Capaian ini didorong oleh fleksibilitas model bisnis mereka yang melayani segmen ritel maupun korporat.

Di segmen korporat, pesanan aksesori seperti gantungan kunci menjadi daya tarik untuk dijadikan cenderamata. Harganya dibanderol mulai Rp 22.500 per item untuk pesanan grosir.

Malah, ia klaim, produk itu menjadi mesin uang usahanya. Tapi, produk furnitur ramah lingkungan tetap menjadi flagship usahanya, dengan harga mulai Rp 599.000 per item.

Dengan hasil itu, Prita yang memulai usaha di Depok ini tengah menjajaki pasar regional lantaran ada permintaan dari sana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×