kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.925
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Dawam, setia berkarier di kawasan pelabuhan

Sabtu, 02 Desember 2017 / 18:05 WIB

Dawam, setia berkarier di kawasan pelabuhan



Berita Terkait

Karyawan seperti teman

Nah, menjadi Direktur Utama Jasa Armada bukan pekerjaan mudah bagi Dawam. Pasalnya, perusahaan ini baru dan tak punya rujukan atau contoh pemimpin sebelumnya.

Tugas semakin terasa berat karena sepanjang 30 tahun karier profesionalnya, Dawam tak pernah menembus jajaran direksi sampai ditunjuk menjadi orang nomor satu Jasa Armada. Itu sebabnya, dia harus mempersiapkan semua hal sendiri.

Menurutnya, salah satu instrumen penting dalam mengelola Jasa Armada ini adalah membuat karyawan termotivasi bekerja merasa nyaman dengan pimpinan perusahaan baru tersebut.

Makanya, sebulan setelah Jasa Armada beroperasi, Dawam menaikkan gaji seluruh karyawannya. Dawam mengatakan, banyak pihak yang mempertanyakan keputusan ini, termasuk Direktur Utama Pelindo II ketika itu. Namun, Dawam yakin, keputusannya akan menghasilkan hal yang baik.

Dawam berpendapat, dirinya wajib memberikan penghasilan yang layak bagi karyawan Jasa Armada. Sebab, ketika itu masih ada karyawan yang mendapatkan gaji rendah sehingga perlu dinaikkan. "Perbandingannya adalah gaji di Singapura. Kalau ada yang bilang pekerja di Singapura lebih bagus, saya bisa mendebatkannya. Sebenarnya tugas seorang pemimpin untuk membuat karyawannya bekerja dengan baik," jelas Dawam.

Dalam waktu empat bulan, persahaan yang juga dikenal dengan nama dagang IPC Marine Service ini berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan. Tahun 2014, Dawam mengaku Jasa Armada meraup untung hingga Rp 50 miliar. Sementara awalnya, perusahaan ini hanya bermodalkan Rp 58 miliar. Perinciannya, modal dana Rp 25 miliar, dan dua kapal senilai Rp 33 miliar.

Menurut Dawam, Jasa Armada juga bisa menaikkan laba hingga tiga kali lipat dari sebelumnya. Dari situ, karyawan-karyawan di JAI menikmati kenaikan gaji lagi. "Tahun 2015 bukan kenaikan lagi, tetapi penyesuaian sehingga penghasilan rata-rata di sini lebih tinggi dari anak perusahaan Pelindo yang lain," katanya.

Hanya dalam waktu empat tahun, perusahaan ini juga sudah akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan Desember ini. Jasa Armada memutuskan melepas saham ke publik atau melakukan initial public offering (IPO) pada Juni 2017.

Alhasil, Dawam harus menyiapkan proses persiapan IPO hanya dalam waktu 3 bulan. Meski begitu, dia menandaskan, kini seluruh proses tersebut sudah matang, sehingga Jasa Armada siap menggelar IPO. "Jasa Armada memiliki karyawan yang hebat, sehingga saya perlu mengkhawatirkan apapun," tandasnya.

Dawam mengklaim memiliki hubungan yang baik dengan para karyawannya. Dia juga mengaku tak memberi batasan antara karyawan dengan pimpinan. Bahkan, menurutnya. hubungan atasan dengan bawahan sudah seperti teman. "Lingkungan kerja di sini sangat santai, seperti sebuah pertemanan," ujarnya.

Hingga saat ini, Jasa Armada memiliki karyawan sebanyak 1.000 orang, 40 karyawan di antaranya ada di kantor pusat. Sisanya di lapangan untuk mengelola sebanyak 75 kapal yang dikelola Jasa Armada.


CEO

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0516 || diagnostic_web = 0.2983

×