kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Demam KPop menyulut bisnis merchandise kian meriah


Minggu, 23 September 2018 / 07:00 WIB

Demam KPop menyulut bisnis merchandise kian meriah

Wajib up to date gaya terkini agar bisnis tetap bertahan

Ceruk pasar bisnis merchandise (suvenir) dari grup musik Korea alias Korean Pop (KPop) memang cukup besar di Indonesia. Tak heran, penggemar grup musik negeri gingseng ini memang terus bertambah.

Sebab, tak hanya KPop yang punya banyak penggemar, serial drama Korea pun begitu disukai di negeri ini.
Dipercaya sebagai ladang bisnis yang menguntungkan, persaingan di sektor usaha merchandise idol KPOP kian ketat. Tidak jarang, perang harga pun terjadi demi menggaet perhartian konsumen yang lebih besar.

Rizki Eliani, pemilik Necshopkpop asal Tegal, Jawa Tengah mengamini hal tersebut. Selalu ikuti (up to date) gaya para idol KPop  dan menjaga kualitas menjadi senjata utamanya untuk tetap bertahan.

Oleh karena itu, dia tak pernah berhenti mencari referensi dari berbagai media. Mulai dari website hingga Instagram dilakukan untuk mendapatkan info gaya terbaru para idola.

"Target saya adalah membuat konsumen membeli barang berkali-kali bukan hanya sekali. Jadi, saya harus menjaga kualitas, ramah, dan menjaga ketepatan waktu pengiriman," katanya pada KONTAN. Maklum, sebagian besar pembeli merchandise ini adalah kaum hawa dengan rentang usia 11 tahun hingga 35 tahun.

Di sisi lain, tantangan dalam menjalankan bisnis ini adalah waktu produksi yang singkat menjelang konser KPop. Kebanyakan para penyedia merchandise mulai membuka pre order (PO) hanya beberapa minggu menjelang konser.  

Lainnya, keterbatasan bahan baku juga menjadi masalahnya. Alhasil, untuk menjaga proses produksi perempuan yang lebih akrab disapa EL ini menjalin kerjasama dengan beberapa pemasok kain dan dibantu 10 orang karyawan.

Meski sudah eksis sejak tahun 2011 lalu, perempuan berhijab ini tetap rajin melakukan promosi melalui media digital khususnya Instagram. Tujuannya, untuk menggiring perhatian konsumen baru dan meningkatkan brand awareness  usahanya.

Senada dengan Rizki, Bunga Ayu Andini Januarista, pemilik WBKPOPSHOPMALANG juga tidak bosan-bosan berpromosi melalui akun media sosial.

Bahkan, untuk memperluas pasar dan mempermudah transaksi, dia memajang aneka merchandise-nya di beberapa marketplace. Seluruh aksi promosi ini dilakukan untuk bertahan ditengah-tengah ketatnya persaingan. Lainnya, dia juga selalu menjaga kualitas dan terus memberikan koleksi terbaru.

Di sisi lain, kendala usaha yang dirasakannya kini adalah lamanya proses produksi berbagai suvenir dan sulitnya mencari sumber daya manusia. "Permintaan sangat tinggi tapi stok barang dan bahan baku terbatas sehingga konsumen harus menunggu cukup lama karena banyaknya jenis merchandise yang harus diproduksi," jelasnya.


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0503 || diagnostic_web = 0.3195

Close [X]
×