kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Demi IPO, sejumlah start up terkemuka merger dengan SPAC


Rabu, 19 Mei 2021 / 19:47 WIB
Demi IPO, sejumlah start up terkemuka merger dengan SPAC
ILUSTRASI. Aplikasi Tiket.com

Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belakangan ini, sejumlah perusahaan rintisan (start up) terkemuka berlomba-lomba melakukan aksi merger dengan perusahaan cangkang atau perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau special purpose acquisition company (SPAC).

Tiket.com misalnya, perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket ini sedang dalam tahap negosiasi untuk merger dengan salah satu SPAC, yaitu Cova Acquisition Group. Adapun Goldman Sachs Group bertindak sebagai penasehat untuk rencana merger Tiket.com yang notabene memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar.

Mengutip Bloomberg, Tiket.com sedang menjajaki kemungkinan IPO secara tradisional, penggabungan usaha ataupun akuisisi. Proses negosiasi antara Tiket.com dan Cova Acquisition Group masih belum usai dan masih ada kemungkinan untuk terus berlanjut.

Berdasarkan sumber yang dikutip Bloomberg, Tiket.com berpeluang memperoleh dana segar sekitar US$ 200 juta melalui merger dengan SPAC ini karena termasuk investasi swasta dalam perusahaan publik atau private investment in public equity (PIPE).

Nantinya, merger antara Tiket.com dengan Cova Acquisition Group berpotensi menghasilkan valuasi yang mencapai US$ 2 miliar. Merger tersebut menjadi langkah bagi Tiket.com untuk mencatatkan saham perdananya di bursa saham.

Baca Juga: Merger Gojek-Tokopedia, ini hitung-hitungan valuasinya

Pihak Tiket.com tidak banyak berkomentar terkait rencana merger dengan perusahaan SPAC tersebut. Public Relations Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto menyebut, pihaknya terus melakukan pencarian berbagai opsi untuk pengembangan bisnis di masa mendatang.

“Tiket.com sedang menjajaki sejumlah opsi strategis ke depannya, termasuk IPO,” imbuh dia kepada Kontan.co.id, Rabu (19/5).




TERBARU

[X]
×