kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45881,34   -4,84   -0.55%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dio Living, furnitur karya anak bangsa hadir di Jakarta Design Center


Sabtu, 18 September 2021 / 11:55 WIB
Dio Living, furnitur karya anak bangsa hadir di Jakarta Design Center


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen perabot asli lokal Indonesia, Dio Living, kini kembali membuka showroom kedua di Jakarta Design Center pada 18 September 2021. Pada showroom kedua ini, Dio Living kembali mengusung 3  koleksi utama dengan konsep showroom yang lebih modern.

Sebelumnya, Dio Living telah membuka showroom pertama mereka di Pondok Indah Mall 2, Jakarta pada tanggal 1 Juni 2021 bertepatan dengan Hari Nasional Pancasila. 

General Manager dari Dio Living, Hansen Partison, mengatakan walaupun di tengah pandemi, kami ingin tetap berekspansi dan memperkenalkan furnitur karya anak bangsa kepada masyarakat Indonesia, terutama di Jakarta.

Baca Juga: Inilah pilihan lunch box harga murah di katalog promo Tupperware September 2021

Menurutnya, Jakarta Design Center (JDC) ini merupakan pilihan yang tepat, karena lokasinya yang berada di pusat Jakarta, mudah dijangkau dan merupakan pusat belanja furnitur dan perabot rumah tangga lainnya. Dio Living berharap untuk dapat hadir dan menjadi sebuah optimisme bagi masyarakat di Indonesia di tengah-tengah pandemi.

“Bagi Dio Living, keanggunan dan kekayaan Indonesia ini justru perlu menjangkau lebih banyak orang lagi.” lanjut Hansen Partison,  Sabtu (18/9). 

Dio Living ingin melayani market Indonesia sampai kancah dunia sebagai sebuah brand yang mengusung konsep alam Nusantara. Dio Living memiliki visi untuk memberikan furnitur dengan design yang menarik yang terbuat dari kayu dan material pilihan. 

Baca Juga: Mitrabara Adiperdana (MBAP) kejar produksi 4 juta ton batubara tahun ini

Selain itu, semua produk furnitur yang ada di Dio Living dirancang oleh desainer-desainer muda Indonesia, dibuat oleh pabrik asal Indonesia. Kualitas designer dan hasil karya Indonesia-lah yang sebenarnya ingin Dio Living ke depankan melalui perabotan kualitas tinggi dengan konsep budaya Indonesia yang kaya akan warisan budaya pada setiap detail produknya.

Berikut 4 Koleksi tersebut :

Musi Banyuasin, harga mulai dari Rp 2 Jutaan, dari Hendro Hadinata 37 tahun.

Terinspirasi dari nama sebuah tempat di Palembang, Sungai Musi, Pulau Kemaro dan juga Kerbau serta Tapir yang merupakan hewan yang dikenal secara luas dari daerah tersebut. Koleksi ini merupakan kumpulan benda dan perabot yang memiliki warisan luhur Indonesia, yang ditafsirkan ke gaya hidup modern. 

Tabanan, harga mulai dari Rp 5 Jutaan, dari Cynthia Margareth 29 tahun.

Terinspirasi dari Kabupaten Tabanan di Bali. Setiap perabot yang dibuat dalam koleksi Tabanan terinspirasi dari Sanggah / Pamerajan yang mana merupakan tempat suci dan juga Gapura. Dan dengan keindahan alam yang dimiliki di Bali, Horizon, pantai dengan sunset pun juga menjadi inspirasi dalam perabot koleksi tersebut.

Minahasa, harga mulai dari Rp 4 Jutaan, dari Eugenio Hendro 38 tahun.

Baca Juga: Permohonan revisi RKAB disetujui, MBAP kejar produksi 4 juta ton batubara tahun ini

Koleksi karya Eugenio Hendro ini menafsirkan kebudayaan dan alam di Minahasa dengan tampilan yang baru dan unik. Koleksi ini terinspirasi dari suku Minahasa, rumah adat Woloan, Kolintang dan juga keindahan laut Manado. Setiap koleksi menceritakan bagian Indonesia yang berbeda dan merupakan penghormatan  terhadap warisan budaya Indonesia selama berabad-abad. 

Nusantara, harga mulai dari Rp 1 Jutaan

Koleksi Nusantara merupakan koleksi dari tim Research & Development (R&D) Dio Living. Koleksi ini terinspirasi dari potensi yang terdapat pada alam dan budaya di Indonesia dan diterjemahkan dalam bentuk furnitur yang fungsional dan cocok bagi kaum millennial.

Produk perabot Dio Living dapat dimiliki oleh para pecinta desain interior dengan harga yang sangat terjangkau, dengan range harga dimulai dari Rp 2 jutaan saja, sedangkan untuk aksesoris tersedia dalam berbagai ukuran dan model, dengan harga mulai dari seratus ribu rupiah. 

Harga perabot yang ditawarkan mulai dari Rp 2 jutaan dan aksesoris mulai dari Rp 100 ribu.  Menariknya, bagi pelanggan yang datang selama Grand opening ini, Dio Living berbagi kemeriahan dengan potongan harga Dua Juta Rupiah ditambah lagi dengan gratis Aksesoris Dio Living senilai Rp 1 Juta Rupiah bagi pelanggannya. Cukup dengan melakukan pembelanjaan  dengan minimum 15 Juta Rupiah.

Selanjutnya: IKEA buka lowongan kerja, ini posisi dan persyaratannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×