kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Eh, ada yang menyediakan modal usaha


Rabu, 27 Februari 2013 / 14:04 WIB
Eh, ada yang menyediakan modal usaha
ILUSTRASI. Mengenali jenis hormon bahagia di tubuh dan cara meningkatkannya


Reporter: Andri Indradie | Editor: Tri Adi

Saat merintis bisnis, kita kudu bicara modal. Banyak pengusaha sukses mengatakan, modal bisa banyak bentuknya. Modal bisa saja tampak tidak berwujud seperti hubungan pertemanan. Modal juga bisa berbentuk sikap, keyakinan, atau prinsip pantang menyerah dan berani gagal.

Menurut konsultan bisnis Wahyu Saidi, seseorang akan susah membangun usaha tanpa modal ini. Ukuran seorang entrepreneur berhasil atau tidak, justru dari seberapa tinggi nyali untuk gagal dan sifat pantang menyerahnya. "Meskipun usaha berhenti, kalau masih optimistis dan pantang menyerah, dia belum gagal," ujar dia.

Namun, tetap saja, saat memulai bisnis, ujung-ujungnya, kita akan menemui satu jenis modal yang gampang-gampang susah untuk dicari: duit.

Oke, Anda sudah menentukan jenis usaha apa yang ingin dibangun. Lantas, Anda juga sudah punya hitung-hitungan tentang potensi, risiko, berikut pasarnya alias jumlah permintaan. Anda juga sudah mengalkulasi berapa duit yang diperlukan atas dasar ukuran usaha. Malahan, Anda sudah pula membagi-bagi jumlah modal berdasarkan jenisnya, seperti modal investasi, modal kerja, dan modal operasional.

Anda sudah memperkirakan modal investasi sebagai biaya untuk membeli kebutuhan penunjang usaha jangka panjang. Misalnya, pembelian peralatan, sewa lokasi, promosi awal, dan lain sebagainya.

Anda juga sudah menorehkan di atas kertas sejumlah modal kerja untuk membeli bahan produksi, seperti bahan baku, stok barang jadi, atau barang penunjang lain-lain. Demikian juga, rumusan detail berapa jumlah modal operasional untuk biaya rutin memutar roda usaha. Sebut saja gaji karyawan, biaya listrik, air, telepon, serta bayar pajak.

Intinya, Anda sudah siap dengan rencana bisnis yang matang. Nah, tahap berikutnya memang tidak mudah, yaitu mencari sumber dana. Tapi, apakah Anda akan menyerah di tahap ini? Tentu saja, jangan!


Sumber dana

Ada sejumlah sumber dana yang bisa dimanfaatkan untuk modal usaha yang tidak diketahui banyak orang. Menurut Cokro Anton Wibowo, pengusaha properti asal Palembang, Sumatra Selatan, sumber modal bisa diperoleh dari berbagai cara. Pertama, bersumber dari kantong sendiri, entah itu berupa tabungan atau investasi.

Kedua, bisa juga dari meminjam pihak lain. Sumber dana pinjaman ini banyak contohnya. Bank, misalnya. Entah itu bank konvensional, bank syariah, atau Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Atau, Anda bisa meminjam dari lembaga keuangan bukan bank (LKBB). Beberapa di antara LKBB yang memberikan fasilitas pinjaman antara lain perusahaan pembiayaan leasing dan Perum Pegadaian.

Sumber pinjaman yang lain seperti fasilitas program pembiayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sering disebut Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Beberapa lembaga pemerintah, seperti Kementerian Pertanian atau Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), juga memiliki fasilitas pembiayaan untuk mereka yang menjalankan usaha.

Program-program pemerintah lainnya yang layak Anda lirik antara lain Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta kredit-kredit program hasil kerja sama Bank Indonesia (BI) dan pemerintah.

Ketiga, sumber dana juga bisa Anda peroleh dari sejenis pooling fund yang kini ngetren dengan julukan angel investor. Bisa juga Anda menggaet dana dari hasil kerja sama alias kemitraan, entah itu dengan teman, kerabat, atau saudara.


• Dana sendiri

Apabila menggunakan tabungan sendiri, Anda tidak perlu bergantung pada pihak lain dan tak perlu membayar bunga. Namun, dana sendiri kadang terbatas. Dengan dana terbatas, tentu Anda akan kurang leluasa saat berencana mengembangkan usaha.

Oleh karena itu, sering kali, Anda harus superekstra dalam menyesuaikan rencana bisnis dengan sumber dana yang tersedia. Bukan tidak mungkin,  Anda harus mengorbankan sejumlah rencana bisnis, menyesuaikan dengan modal yang telah Anda genggam.


• Pinjam bank

Tapi, jangan khawatir. Apabila masih ada kebutuhan dana yang belum tertutup oleh isi kantong sendiri, Anda bisa mencari fasilitas pinjaman dari perbankan. Perbedaan paling kasat mata antara bank dengan pemberi pinjaman yang lain, tentunya, bank mampu menyediakan utang yang relatif besar.

Memang, bank tidak akan serta merta menyetujui seluruh permintaan dana Anda. Bankir akan meneropong profil Anda terlebih dahulu. Faktor yang menjadi pertimbangan bank dalam penyaluran kredit seperti jaminan, risiko usaha, serta luas pasar ataupun jenis usaha yang Anda geluti. Untuk mendapatkan pinjaman dari bank, biasanya, Anda harus mengikuti sejumlah prosedur.

Pertama, bank akan meminta Anda mengisi formulir aplikasi kredit. Kedua, melengkapi dokumen-dokumen, misalnya data historis perusahaan, data proyeksi, dan data jaminan. Ketiga, setelah konfirmasi data, bank akan mengecek kelayakan calon debitur lalu menganalisis rasio-rasio perusahaan Anda.

Bunga yang ditetapkan perbankan sangat bervariasi. Rata-rata, suku bunga kredit modal kerja bank konvensional adalah 11,71% per tahun. Sedang bunga kredit investasi adalah 11,36% per tahun.

Bunga kredit di BPR lebih tinggi daripada bank konvensional. BPR mengenakan bunga kredit modal kerja 31,28% per tahun dan bunga kredit investasi 27,25% per tahun.

Bunga lebih rendah bisa Anda peroleh dengan mengakses produk-produk program pemerintah, seperti KUR atau kredit-kredit program (lihat tabel). Hanya saja, nilai plafonnya terbatas dan tidak begitu besar. Untuk nasabah mikro, biasanya maksimal dana sebesar Rp 5 juta dengan bunga di kisaran 22% per tahun. Sementara bunga nasabah KUR ritel di kisaran 14% per tahun.

Sementara itu, Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas pembiayaan oleh bank-bank syariah. Bedanya, bank syariah tidak menerapkan bunga, melainkan bagi hasil atas usaha bisnis Anda. Biasanya, bagi hasil sebesar 60% - 70% untuk bank syariah, 40% - 30% untuk Anda.


• Pinjaman LKBB

Perusahaan-perusahaan pembiayaan nonbank biasanya juga punya produk-produk pinjaman. Produk Kredit Angsuran Sistem Fidusia dari Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian merupakan pembiayaan yang khusus menyasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan bunga flat 1% per bulan atau 12% per tahun.

Tenor jenis pinjaman itu antara satu tahun hingga tiga tahun. Hanya saja, untuk mendapatkan pinjaman dari Perum Pegadaian tersebut, usaha Anda sudah berjalan minimal satu tahun.

Lain halnya jika Anda mengajukan pembiayaan lewat perusahaan leasing. Perusahaan leasing tidak memberikan pinjaman berupa uang tunai, melainkan dalam bentuk aset. Contoh saja sepeda motor atau mobil sebagai aset bergerak bisnis Anda. Bunganya bervariasi antara perusahaan leasing yang satu dengan yang lain, di kisaran 24% - 25% per tahun.


• Program PKBL

Nilai plafon pinjaman yang disalurkan oleh program PKBL dari berbagai BUMN bervariasi mulai dari angka Rp 10 juta. Namun, jika Anda tertib dalam melunasi pinjaman, maka terbuka kemungkinan bagi Anda untuk menambah pinjaman. Nilai pinjaman ekstra itu bisa mencapai Rp 25 juta, hingga Rp 50 juta.

Bunga pinjaman program ini relatif tidak berat, yaitu 6% per tahun. Maklumlah, program PKBL menyasar para pengusaha UMKM.

Artinya, Anda bisa saja meminjam dana di kisaran Rp 5 jutaan. PKBL diberikan oleh perusahaan BUMN yang diambil dari penyisihan maksimal 2% dari laba bersih mereka.


• LPDB-KUMKM

Pinjaman ini berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, pengelolaan dananya berada di bawah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Per akhir 2012 lalu, total dana bergulir yang tersalur sekitar Rp 830,11 miliar. Nilai itu tidak termasuk pembiayaan yang masih dalam proses pencairan, yaitu Rp 501,26 miliar.

Ada delapan program yang ditawarkan. Perinciannya, satu program pinjaman untuk koperasi primer non-simpan pinjam, dan tujuh program pembiayaan untuk nasabah mikro melalui berbagai lembaga, seperti koperasi, LKBB, dan sebagainya.

Anda bisa mengakses detail tentang fasilitas pinjaman ini di situs www.danabergulir.com.  Situs itu memuat keterangan tentang skema pembiayaan dan tarif bunganya.

Dalam website itu juga terdapat contoh-contoh laporan, data, dan dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan agar perusahaan Anda bisa menerima pinjaman tersebut. Rata-rata, produk-produk di program ini menggunakan dasar bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI )3 bulan yang diterapkan secara bervariasi. Contohnya, bunga  pinjaman sebesar 6% per tahun berlaku untuk koperasi sektor riil.


• PNPM Mandiri

Ini merupakan program pemerintah yang meluncur sejak tahun 2007. Ada berbagai PNPM Mandiri yang dikelola kementerian yang membawahi sektor usaha tersebut.

PNPM Program Usaha Agribisnis Pedesaan dikelola oleh Kementerian Pertanian, PNPM-KP dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan, PNPM Pariwisata oleh Kementerian Kebudayaan dan  Pariwisata. Lalu, ada PNPM Permukiman yang dikelola oleh Kementerian Perumahan Rakyat.

Masih ada lima PNPM Mandiri inti yang lain dan beberapa jenis-jenis PNPM tertentu yang fokus ke kelompok tertentu. Plafon dan bunga pinjaman program ini bervariasi, bergantung pada jenisnya. Bunga pinjaman kisaran 1,5% - 2% per bulan; tanpa jaminan.


• Angel Investor

Angel investor masih tergolong baru sebagai sumber pendanaan. Istilah itu mengacu ke sekumpulan investor yang menanamkan duitnya ke pengusaha-pengusaha pemula. Angel investor menggunakan berbeda kriteria yang berbeda dengan institusi keuangan dalam menilai layak atau tidaknya suatu usaha untuk dibiayai.

Contoh angel investor adalah Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang mendalami masalah keterbatasan modal wirausahawan mula di Indonesia. Melalui Mekar, PSF yang berfungsi bak portal bagi entrepreneurship dan investor ini memposisikan diri sebagai fasilitator yang mempertemukan investor dengan pewirausaha.

Sejak beroperasi awal 2011, Mekar menggaet 2.000 wirausahawan, 300 calon angel investor, serta memfasilitasi sebanyak 25 finalisasi perjanjian investasi senilai Rp 7 miliar.

Dengan investasi tadi, Mekar mengklaim telah membuka sebanyak 146 lapangan pekerjaan yang merupakan efek langsung dari 25 perjanjian investasi tersebut. Nilai investasi angel investor di bawah Mekar berkisar Rp 25 juta - Rp 300 juta.    


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×