kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekosistem Digiasia Bios Dukung Pemulihan Ekonomi dan Cashless Society


Rabu, 20 April 2022 / 15:25 WIB
Ekosistem Digiasia Bios Dukung Pemulihan Ekonomi dan Cashless Society
ILUSTRASI. Ekosistem Digiasia Bios Dukung Pemulihan Ekonomi dan Cashless Society.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agenda pemerintah dalam membawa Indonesia menuju cashless society dinilai menunjukkan pergerakan positif yang signifikan beberapa tahun terakhir. Mengutip laporan dari Bank Indonesia, total nilai transaksi pembayaran digital dari tahun 2017-2021 menunjukkan peningkatan sebesar 122,89%.

Berpegang pada data tersebut, Digiasia Bios, perusahaan Fintech-as-a-Service (FaaS) terus mengedepankan kemajuan teknologi melalui produk teknologi finansial yang dimiliki. Komitmen perusahaan untuk menyediakan produk dan layanan yang dapat menjadi solusi bagi masyarakat, terutama dalam hal pengelolaan keuangan, hingga saat ini telah berhasil mendukung lebih dari 70 mitra yang tergabung dalam ekosistem Digiasia Bios.

“Sebagai perusahaan yang bergerak dengan basis digital, kami terus mengembangkan ekosistem dengan mengintegrasikan teknologi yang kami miliki untuk memperluas layanan digital dan cashless dengan tujuan agar para pelaku bisnis serta masyarakat secara umum dapat semakin mudah beradaptasi dengan pergerakan menuju cashless society,” jelas Rully Hariwinata, Chief Marketing Officer Digiasia Bios dalam keterangannya, (20/4).

Berjalan bersama masyarakat menuju cashless society menjadi langkah yang diambil Digiasia Bios, salah satunya melalui KasPro, platform pembayaran digital perusahaan, yang telah memegang izin peredaran uang elektronik dan QRIS dari Bank Indonesia sejak Mei 2018. 

Baca Juga: Gokomodo Sediakan Platform Rantai Pasok Agribisnis dan Komoditas

KasPro juga telah bersertifikasi PCI DSS dari QRC Solution, yang semakin memungkinnya untuk membantu masyarakat melakukan berbagai transaksi pembayaran secara digital dengan cepat dan aman. Dengan sistem kerjasama partnership, KasPro memberikan solusi finansial kepada mitra dan calon mitra melalui layanan yang bervariasi dan customizable; fitur dan layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kami memahami bahwa setiap bisnis dan kebutuhan pasar terkait pembayaran digital tentunya berbeda satu sama lain. Untuk itu, teknologi dan layanan KasPro terus kami tingkatkan agar senantiasa fleksibel menyesuaikan kebutuhan serta dapat disematkan dalam aplikasi maupun ekosistem apapun," kata Anggoro Prajesta, Direktur Solusi Pasti Indonesia (KasPro).

Misi yang dijalankan oleh KasPro diakui oleh Anggoro juga menjadi langkah yang cukup besar untuk mendukung penyebaran literasi keuangan digital di Indonesia. Hal ini terlihat dari total kerjasama yang telah terjalin melalui model bisnis B2B2C (Business to Business to Consumers) yang ditawarkan oleh KasPro. Hingga saat ini, hampir 1 juta pengguna telah terakuisisi melalui layanan KasPro dari seluruh Indonesia.

Anggoro menjelaskan bahwa besarnya angka akses ke layanan KasPro juga sangat terpengaruh karena proses adaptasi perubahan kebiasaan transaksi menggunakan digital setelah adanya pandemi Covid-19.

Baca Juga: Perluas Layanan Saat Ramadan, Startup Dagangan Bantu Stabilitas Harga Sembako

Tidak hanya dari KasPro, Digiasia Bios juga melalui produk finansial lain yang dimiliki seperti P2P lending (KreditPro), remittances (RemitPro) dan Layanan Keuangan Digital (Digibos), terus menghadirkan inovasi untuk mendukung pemulihan perekonomian nasional hingga pemerataan perekonomian di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Ekosistem yang telah terbentuk oleh Digiasia Bios bersama para mitra kini tidak hanya berada dalam lingkup industri keuangan, namun juga mencakup berbagai industri lain mencakup FMCG, retail dan lain-lain. Hal ini tentu menjadi bukti pencapaian sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi terbaik dan mendukung kemajuan perekonomian masyarakat ke depannya,” tutup Rully. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×