Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.518
  • EMAS662.000 -0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Eks pengacara di puncak tambang nikel

Sabtu, 14 Oktober 2017 / 23:04 WIB

Eks pengacara di puncak tambang nikel

Berita Terkait

Raih Kontak Karya

Tantangan yang pertama sekali yang dihadapi oleh pria kelahiran 11 Oktober 1958 ini saat menjabat sebagai Presiden Direktur Vale Indonesia adalah Kontrak Karya. Sebab sejak menjadi komisaris independen, urusan Kontrak Karya begitu santer terdengar. "Inilah yang memicu saya agar dapat segera menyelesaikannya. Jadi saat pertama masuk tujuan saya adalah mengamandemen Kontrak Karya PT Vale Indonesia," kenang Nico.

Penyelesaian Kontrak Karya begitu penting bagi Nico, sebab hal ini merupakan jaminan bagi investor yang ingin menaruh uangnya di perusahaan yang telah menjadi salah satu perusahaan pemasok utama kebutuhan nikel dunia ini. Nico pun habis-habisan dalam mengerjakan misi pertamanya.

Berkat usaha kerasnya, Vale Indonesia berhasil memperbarui Kontrak Karya pada 2014. Mengantongi izin usaha ini, maka Vale Indonesia dapat beroperasi di Indonesia hingga tahun 2045.

Nico mengenang tantangan dalam menyelesaikan kontrak karya ini. Pasalnya, dia harus membina hubungan dengan pemangku kepentingan yang memiliki beragam latar belakang.

Nico membandingkan kompleksitas di BP Indonesia dan di Vale. BP memiliki basis operasi di Provinsi Papua Barat. Dan, hanya ada satu kabupaten dan dinilai cukup rumit. Sedang kegiatan Vale tersebar di tiga provinsi yang meliputi lima kabupaten.

Setelah merampungkan Kontrak Karya, Nico tak berpuas diri. Dia menginginkan agar para investor masuk. "Setelah Kontrak Karya, saya langsung berpikir bagaimana mendorong investor masuk dan bagaimana mengomunikasikannya ke pemerintahan provinsi dan kabupaten, yang terkadang koordinasi dan komunikasinya tidak jalan," tutur Nico.

Kontrak Karya merupakan hasil persetujuan Vale Indonesia dengan pemerintah pusat. Namun, pada pelaksanaan sehari-hari, Vale Indonesia berinteraksi dengan pemerintah daerah. Inilah yang menjadi tantangan bagi Nico.

Ia menceritakan pengalaman saat awal-awal menjabat sebagai bos Vale Indonesia, salah seorang bupati menyatakan di depan semua musyawarah pimpinan daerah (Muspida) bahwa hubungan Vale Indonesia dengan pemerintah sudah berada di titik nadir dan ucapan ini diulang iga kali. Hal ini melecut semangat Nico untuk bekerja keras dan membuat Vale Indonesia lebih baik.

Salah satu upayanya membawa Vale Indonesia lebih baik adalah dengan menjadi pemimpin yang baik bagi perusahaan ini.

Nico mengaku mempelajari beberapa prinsip kepemimpinan dari sosok ayah yang ia kagumi. "Prinsip pertama yang diajarkan oleh ayah saya yang pertama adalah jujur. Hal ini jadi kunci dan poin krusial untuk menjadi pimpinan. Ayah saya bilang ikutilah hati nuranimu," ungkap Nico.

Kedua, Nico menekankan agar selalu memberikan yang terbaik saat bekerja, terlepas apapun bentuk pekerjaannya dan apapun posisinya.

Ketiga, senantiasa bersyukur dan menjaga emosi agar tetap positif. "Kita harus bisa menjaga emosi, karena setiap energi negatif jika disalurkan juga tidak akan memberikan dampak positif. "Sebagai pemimpin harus mengurangi menghakimi sepihak tanpa tahu alasannya," tutur Nico.

Selain itu, Nico mengatakan selalu menjunjung tinggi karyawan yang berani menyatakan hal yang benar, meski ada berbagai ancaman. "Demi meraih kepercayaan, maka kebenaran harus diutamakan," ujarnya.


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Yudho Winarto

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0215 || diagnostic_api_kanan = 0.0796 || diagnostic_web = 0.9310

Close [X]
×