kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekspansi Dagangan Memperluas Jangkauan ke Lebih dari 20.000 Desa


Sabtu, 14 Mei 2022 / 10:15 WIB
Ekspansi Dagangan Memperluas Jangkauan ke Lebih dari 20.000 Desa


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biasanya, aplikasi belanja (e-commerce) menyasar segala segmen pasar dengan tujuan memperluas pasar. Tapi, tidak demikian halnya dengan Dagangan.

Platform berbelanja ini justru fokus pada segmen rural. Tujuannya, menyediakan beragam kebutuhan pokok dan lainnya bagi penduduk rural. 

Menurut Maha Willy Chandra, Co-Founder dan Chief Operational Officer Dagangan, sejak beroperasi 2019, Dagangan hingga kini sudah menggapai sekitar 25.000 masyarakat, yang terdiri dari pembeli eceran, pemilik warung, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mereka tersebar di 8.000 desa di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Maklum, Dagangan menyediakan ragam kebutuhan pokok yang bisa masyarakat beli secara online. Semua kebutuhan bisa pengguna pesan via aplikasi Dagangan dan sampai di tujuan satu hari berikutnya.

Melihat hasil tersebut, Dagangan berencana memperluas pasar. Caranya, dengan memperbanyak item barang di aplikasi. Misalnya, produk fesyen dan voucer ponsel hingga listrik. "Untuk itu, kami akan bekerjasama dengan mitra-mitra bisnis lainnya," kata Willy kepada KONTAN baru-baru ini.

Baca Juga: Dapat Modal, CrediBook Langsung Tebar Ragam Layanan Guna Perluas Pasar

Tak tertutup kemungkinan, Dagangan menjajaki kongsi dengan pihak perbankan serta perusahaan teknologi finansial (tekfin) lantaran ada rencana menyediakan voucer untuk ponsel dan listrik.

Tak cuma itu, kerjasama dengan industri keuangan juga Dagangan arahkan supaya startup ini juga bisa menyediakan sumber pendanaan bagi para mitra bisnis.

Sedangkan rencana berikutnya adalah menambah jumlah gudang penyimpanan barang untuk mempercepat pengiriman yang disebut hub warehouse.

Willy menerangkan, Dagangan menerapkan model operasional hub-and-spoke. Artinya, mereka menyediakan pusat pengadaan kebutuhan pokok di micro warehouse di berbagai titik di wilayah pedesaan. Cara ini dia klaim bisa membuat logistik efisien dan memangkas biaya.

Selain itu, model gudang seperti ini memungkinkan produsen besar untuk menjangkau wilayah rural, yang sebelumnya sulit mereka lakukan karena keterbatasan logistik.

Saat ini, Dagangan sudah punya 40 gudang di sejumlah daerah. Targetnya, menambah 10 gudang lagi sampai kuartal kedua tahun ini yang menyasar daerah Banjar dan Tasikmalaya di Jawa Barat serta Sragen, Jawa Tengah.

Informasi saja, ekspansi bisnis tersebut juga tidak terlepas dari injeksi modal yang sudah Dagangan dapatkan. Pada September tahun lalu, Dagangan memperoleh suntikan modal senilai US$ 11,5 juta (sekitar Rp 166 miliar) dalam putaran Seri A yang dipimpin oleh Monk’s Hill Ventures. 

Lewat serangkaian rencana ekspansi bisnis tersebut, Willy menargetkan, Dagangan bisa memperluas jangkauan ke lebih dari 20.000 desa sampai akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×