kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Equity Securities Crowdfunding Diproyeksi Menjadi Alternatif Pendanaan UMKM di 2022


Sabtu, 08 Januari 2022 / 21:26 WIB
Equity Securities Crowdfunding Diproyeksi Menjadi Alternatif Pendanaan UMKM di 2022
ILUSTRASI. Crowdfunding. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pesatnya perkembangan Equity/Securities Crowdfunding dinilai menjadi alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah dan murah bagi kalangan generasi muda dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) yang belum bankable untuk mengembangkan usaha.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun akan memperluas akses pembiayaan UMKM melalui platform Equity/Securities Crowdfunding. Hal ini disampaikan Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner OJK pada acara Pembukaan Bursa Efek Indonesia (3/1) yang dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Berdasarkan data OJK, terdapat peningkatan sebanyak 75% dalam jumlah penyelenggara Equity/Securities Crowdfunding. Di tahun 2020 hanya ada 4 penyelenggara. Sedangkan di tahun 2021 terdapat 7 penyelenggara yaitu Santara, Bizhare, Crowddana, Landx, Fundex, Shafiq, dan Danasaham.

Tren investasi melalui platform Equity/Securities Crowdfunding juga meningkat sebanyak 319,56%. Perbandingan jumlah pemodal pada platform Equity/Securities Crowdfunding di tahun 2020 sebanyak 22.341 menjadi 93.733 di tahun 2021. Peningkatan jumlah pemodal juga dibarengi dengan lebih banyak penerbit yang listing bisnisnya melalui skema urun dana.

Baca Juga: Modal ventura Akan Semakin Semarak Kucurkan Pendanaan Tahun Ini

Tercatat sebanyak 193 penerbit berhasil listing pada 7 platform Equity/Securities Crowdfunding di tahun 2021 yang berarti terdapat peningkatan sebanyak hampir 50% dari tahun sebelumnya, yang juga menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Potensi Equity/Securities Crowdfunding semakin jelas melalui data total dana yang terhimpun sebanyak lebih dari dua kali lipat. Per 31 Desember 2021 total penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding sebanyak Rp 412 miliar, meningkat 115,48% dibandingkan tahun 2020 sebanyak Rp 191,2 miliar.

Salah satu Platform Penyelenggara Securities Crowdfunding Bizhare, mengalami pertumbuhan total penyaluran pendanaan sebesar 21 kali lipat dari bulan Mei ke Juli 2021. Heinrich Vincent selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), Founder & CEO Bizhare, menerangkan bahwa sektor ritel dan makanan/minuman (F&B) menjadi sektor favorit para pemodal.

“Pertumbuhan total investor kami meningkat hingga 570% dari bulan Agustus ke September hingga mencapai 115,000 investor dari seluruh Indonesia, dengan total transaksi investasi sebesar 14,402 transaksi di akhir tahun 2021,” ungkap Vincent dalam keterangan tertulis yang disiarkan Sabtu (8/1).

Sementara itu, Kevin selaku Founder & CEO Shafiq mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 pihaknya menargetkan pendanaan sebesar Rp 100 miliar. Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal ALUDI, Founder & CEO Fundex, Agung, mengatakan akan fokus pada pertumbuhan 20-40 untuk equity maupun invoice financing.

Baca Juga: Penghimpunan Dana Pasar Modal 2021 Mencapai Rp 363,3 Triliun

Adapun, Crowddana, Landx, Danasaham dan Santara juga akan terus menambah jumlah UMKM/UKM yang masuk dalam pasar modal. Dengan begitu, ALUDI dan para platform SCF optimistis bisa menyalurkan dana lebih dari Rp 500 miliar sepanjang tahun 2022 ini , dengan total pendanaan mencapai Rp 1 triliun.

"Dengan begitu, tentunya bisa semakin berkontribusi positif bagi para pelaku UMKM dan pemodal, sehingga dapat memajukan ekonomi Indonesia bersama-sama," ujar Policy Director ALUDI Calvim Jonathan.

Calvim berharap, pada tahun 2022 industri Securities Crowdfunding dapat terus berkembang pesat dan dapat menjangkau lebih banyak. Apalagi dengan dukungan OJK untuk memperluas dan mempercepat pelaku UMKM/UKM melalui penyelenggara Santara, Bizhare, Crowddana, Landx, Fundex, Shafiq, Danasaham.

"Dengan terus bertambahnya penyelenggara, kami dari ALUDI akan terus mengawal, membantu regulator dalam menjaga industri ini dengan peluncuran buku panduan, pengembangan website, sosialisasi dan edukasi terus menerus sehingga semakin banyak yang dapat meramaikan dan mengembangkan UMKM/UKM menjadi lebih maju," pungkas Calvim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×